Energy, Social and Governance (ESG) saat ini telah menjadi faktor utama keberlanjutan bisnis secara jangka panjang khususnya di sektor industri. Faktor tersebut, turut diadopsi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menciptakan ekosistem bisnis dan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai wujud komitmen menciptakan ekonomi berkelanjutan, Bank Mandiri berkolaborasi dengan PT Juara Bike, perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan kendaraan ramah lingkungan berbasis sumber daya listrik (electric vehicle).
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi dukungan Bank Mandiri terhadap Program Pemerintah dan Kementerian BUMN dalam Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik. RCEO III/Jakarta 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa dalam siaran persnya di Jakarta, Jum’at (20/1) mengatakan, di tahun 2023 Bank Mandiri Region III kawasan Kota Tua Jakarta akan mulai menggunakan kendaraan berbasis listrik. “Komitmen ini sejalan dengan Program Pemprov DKI Jakarta yang menjadikan kawasan Kota Tua sebagai kawasan pedestrian yang menerapkan kebijakan Low Emission Zone (LEZ),”ujarnya.
Penyerahan kendaraan listrik dari Region ke Area untuk operasional didampingi oleh pihak Selis dilaksanakan pada Jumat (20/1). Gede menambahkan, kerjasama ini turut menjadi bentuk dukungan Bank Mandiri untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2030 dan Net Zero Emission (NZE)
 di tahun 2060 dan diharapkan, penggunaan kendaraan listrik dapat terus ditingkatkan di seluruh wilayah kerja Bank Mandiri. “Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yang dapat berkontribusi secara langsung terhadap industri keuangan nasional. Antara lain dengan mengembangkan pembiayaan yang selaras dengan POJK 51/2017, Roadmap NDC/NZE Indonesia, serta framework ESG (Environmental, Social and Governance) yang mengacu pada best practices” imbuhnya.
Di samping itu, PT Juara Bike atau SELIS telah berdiri sejak tahun 2011 telah menjadi salah satu pioneer kendaraan listrik di Indonesia, dan telah mendapatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi dengan nilai 53,69% di Industri Kendaraan sepeda dan motor listrik di Indonesia.“Kami adalah pioneer produksi kendaraan listrik dan perusahaan kami juga telah bersertifikasi untuk melakukan konversi kendaraan bermotor menjadi kendaraan listrik berbasis baterai, sesuai dengan Instruksi Presiden no 7 Tahun 2022,”kata Edi Hanafiah Kwanto, Direktur PT Juara Bike.
Edi menambahkan, kerjasama dengan Bank Mandiri sebagai bank terbesar sekaligus BUMN ini adalah langkah yang tepat. Sebabnya, kolaborasi ini menjadi momentum atau contoh bagi BUMN dan perusahaan lain untuk percepatan pengadaan kendaraan bermotor listrik dan menekan emisi karbon sesuai program pemerintah. “Karena, mau sekarang atau besok, tidak hanya skala nasional, seluruh dunia menuju kendaraan bermotor listrik,” lanjutnya.
Seremonial kerjasama ini juga ditandai dengan penyerahan mobil listrik, sepeda, atau kendaraan ramah lingkungan Region III/Jakarta 1 untuk menunjang aktivitas bank seperti pooling cash, ekspedisi, antar jemput nasabah dan pegawai di beberapa jalur pedestrian, serta wilayah operasional lainnya di Area/Cabang.
Adapun, total kendaraan listrik yang diserahkan sebanyak 36 unit yang akan disalurkan ke 11 area di bawah koordinasi Bank Mandiri Region III yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Provinsi Banten, Tangerang hingga Cilegon.“Dengan adanya kendaraan listrik ini, kami berharap bisa mendukung kelancaran operasional, mobilitas pegawai dan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon.” pungkas Gede.
Di tahun 2024, kinerja keuangan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli masih merugi. Dimana emiten e-commerce ini membukukan…
Sepanjang tahun 2024, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp129,25 miliar…
Di tahun 2024, PT Primadaya Plastisindo Tbk. (PDPP) mencatatkan kinerja negatif. Pasalnya, emiten produsen plastik ini dengan membukukan laba bersih…
Di tahun 2024, kinerja keuangan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli masih merugi. Dimana emiten e-commerce ini membukukan…
Sepanjang tahun 2024, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp129,25 miliar…
Di tahun 2024, PT Primadaya Plastisindo Tbk. (PDPP) mencatatkan kinerja negatif. Pasalnya, emiten produsen plastik ini dengan membukukan laba bersih…