Kabinet Baru Beri Sentimen Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Seniin (21/10) sore awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 12,54 poin atau 0,16% ke posisi 7.772,60. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,39 poin atau 0,04% ke posisi 961,39.“Mengawali pekan ini, mayoritas bursa regional Asia menguat, seiring dengan menguatnya bursa Amerika Serikat (AS) dan juga respon pasar keputusan Bank Sentral China yang terus berupaya memulihkan ekonominya, dimana memangkas Loan Prime Rate (LPR) untuk 1 tahun dan 5 tahun sebesar 25 basis poin (bps), sehingga masing-masing menjadi 3,1% dan 3,6%," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

LPR China satu tahun mempengaruhi pinjaman korporasi dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, sedangkan LPR lima tahun berfungsi sebagai patokan untuk suku bunga hipotek. Pelaku pasar menilai keputusan bank sentral China sebagai langkah dukungan yang bertujuan untuk menopang ekonomi terbesar kedua di dunia, yang tengah menghadapi krisis properti yang berkepanjangan dan sentimen konsumen yang lemah.

Dari dalam negeri, pasca dilantik Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, langsung diumumkan para Menteri Kabinet Merah Putih. Tentunya hal tersebut memberikan indikasi pemerintahan baru langsung gerak cepat bekerja, dimana komposisi kabinet tersebut memberikan positif vibes dimana diisikan Menteri yang berpangalaman dibidangnya dan sebagian Menteri dari kabinet pemerintahan sebelumnya, yang memberikan pandangan akan berkelanjutan agenda pembangunan.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dengan sektor keuangan paling tinggi yaitu 1,63 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor properti yang masing- masing naik sebesar 1,01% dan 0,79%.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,54%, diikuti sektor energi dan sektor barang transportasi dan logistik yang masing-masing minus sebesar 1,21% dan minus 0,88%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INPC, WIRG, JARR, WIFI, dan EMTK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TNCA, LPPS, MARI, BCIP dan MLPL. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.416.629 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 25,88 miliar lembar saham senilai Rp10,56 triliun. Sebanyak 303 saham naik, 270 saham menurun, dan 228 tidak bergerak nilainya.

BERITA TERKAIT

Kemudahaan Investasi Emas - Cara Bijak Milenial Amankan Finansial di Masa Depan

Sejak zaman kuno, emas telah digunakan sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan simbol kekayaan. Keindahan dan kelangkaan emas membuatnya menjadi…

Putrasakti Serok 250 Ribu Saham Puri Sentul

NERACA Jakarta -Tambah porsi saham guna mendominasi kepemilikan, Putrasakti Mandiri sebagai salah satu pemegang saham PT Puri Sentul Permai Tbk…

AMOR Bagikan Dividen Final Rp60,81 Miliar

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) bakal membangikan dividen final untuk tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2024…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kemudahaan Investasi Emas - Cara Bijak Milenial Amankan Finansial di Masa Depan

Sejak zaman kuno, emas telah digunakan sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan simbol kekayaan. Keindahan dan kelangkaan emas membuatnya menjadi…

Putrasakti Serok 250 Ribu Saham Puri Sentul

NERACA Jakarta -Tambah porsi saham guna mendominasi kepemilikan, Putrasakti Mandiri sebagai salah satu pemegang saham PT Puri Sentul Permai Tbk…

AMOR Bagikan Dividen Final Rp60,81 Miliar

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) bakal membangikan dividen final untuk tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2024…