NERACA
Bogor – Indonesia dan Turki merupakan dua negara yang sama-sama memiliki sektor industri manufaktur yang berkembang pesat dan menawarkan banyak potensi untuk kerja sama. Potensi ini perlu terus dioptimalkan untuk memperkuat pertumbuhan industri manufaktur di kedua negara.
Tidak ingin melewatkan kesempatan emas kolaborasi membangun sektor industri, kedua negara membentuk Komite Bersama tentang Kerja Sama Industri. Pembentukan komite ini dituangkan dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP) yang ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki H.E. Mehmet Fatih Kacir, dengan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdo�an dalam pertemuan Indonesia-Turki di Istana Kepresidenan Bogor.
Tujuan dari MSP ini untuk memajukan upaya kerja sama dan meningkatkan saling berinvestasi pada bidang industri, kajian dan pengembangan bersama, proyek inovasi bersama, pengembangan kapasitas, promosi, transfer teknologi, penggunaan teknologi utama dalam industri, dan kegiatan-kegiatan kerja sama yang saling menguntungkan lainnya.
“Pemerintah Indonesia antusias dalam pembahasan rencana kerja melalui MSP mengenai kerja sama bidang perindustrian antara Indonesia dengan Turki. Kami anggap hal ini sebagai bagian dari rencana Aliansi Strategis yang pernah dibicarakan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.
Menurut Agus, kedua negara sama-sama mengusulkan beberapa sektor industri untuk dicakup dalam MSP ini. Lingkup kerja sama industri dalam MSP akan mencakup 14 sektor industri yaitu: Battery Technologies and Materials; Building and Construction Technologies and Materials; Chemicals and Pharmaceutical; Electronics and Machinery Industry; Electric Vehicles and Mobility; SME Development; Agro-based Industry; Industrial Zones and Regional Development; Maritime Industry; Medical Devices and Health Technologies; Metals Industry; Textile and Clothing; Green Industry; Halal Industry; dan area-area kerja sama lainya yang disetujui kedua belah pihak.
Pembentukan Komite Bersama ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan dan pertemuan Menteri Perindustrian dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, H.E. Mehmet Fatih Kacir, serta dengan beberapa perusahaan industri manufaktur di Turki pada Juni 2024 lalu. Dalam lawatan tersebut, Menperin melakukan berbagai pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, dan juga berbagai perusahaan besar di Turki seperti Beco, Arcelik, KOC Holding, dan Kordsa (Sabanci Holding). Selain itu, juga dengan beberapa perusahaan manufaktur lainnya yang bermaksud berinvestasi dan membangun pabrik di Indonesia.
Agus menjelaskan, Turki menaruh prioritas pada kerja sama bilateral di bidang perindustrian. Hal ini ditandai dengan hubungan kerja sama yang erat yang sudah dan akan terjalin pada subsektor industri, antara lain kerja sama produksi dan distribusi vaksin antara Bio Farma (Indonesia) dan Polifarma dan Turkilac (Turki).
Selain rencana investasi dari perusahaan besar Turki yang telah bertemu dengan Menperin di tahun lalu, Turki juga mendorong kemitraan untuk joint production melalui kerja sama Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium di Indonesia (GAKESLAB) dengan Kelompok Perusahaan Alat Kesehatan Turki (OSTIM), dan mendorong masuknya produk-produk farmasi Indonesia yang diproduksi oleh Kimia Farma, Kalbe Farma, Daria Varia melalui Abdi Ibrahim, Polifarma dan Deva Medica.
“Kami meyakini bahwa kunjungan Bapak Presiden ErdoÄ�an kali ini dapat dijadikan momentum untuk menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan yang kami lakukan sebelumnya di Turki,” kata Agus.
Agus juga mengharapkan agar para pelaku industri Indonesia dan Turki dapat memanfaatkan sebesar-besarnya MSP Kerja Sama ini, sehingga kolaborasi yang sudah terjalin menjadi lebih erat.
Hubungan industri kedua negara terjalin sangat erat dan sudah berlangsung sejak lama. Hubungan yang baik tersebut dapat terlihat dari total perdagangan kedua negara khususnya nonmigas sebesar USD2 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 13,6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan dari realisasi investasi, tercatat realisasi investasi Turki di Indonesia sebesar USD42,7 miliar pada tahun yang sama.
Terkait dengan Turki, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Republik Turkiye Alparslan Bayraktar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang energi dan sumber daya mineral.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Februari 2025, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdo?an usai pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara.
"MoU antara kedua negara ini akan membuka peluang transfer teknologi dan inovasi di sektor energi, yang akan mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Dengan dukungan dan kolaborasi dari mitra internasional, kita dapat mengejar swasembada energi sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," ujar Bahlil.
NERACA Mojokerto - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bakal memperkuat ekosistem petani tebu di Jatim, khususnya…
NERACA Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan UMKM membutuhkan semangat kemitraan untuk mengembangkan skala…
NERACA Jakarta – Tidak saja mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) tahun 2060, perdagangan karbon memberikan sejumlah manfaat bagi…
NERACA Mojokerto - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bakal memperkuat ekosistem petani tebu di Jatim, khususnya…
NERACA Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan UMKM membutuhkan semangat kemitraan untuk mengembangkan skala…
NERACA Jakarta – Tidak saja mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) tahun 2060, perdagangan karbon memberikan sejumlah manfaat bagi…