Neraca, Berkat bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Kosir, seorang pedagang pecel lele di Parung, Bogor, kini mampu melayani masyarakat dengan menyediakan hidangan lezat untuk berbuka hingga sahur selama bulan Ramadhan.
Selama Ramadan, Kosir dan karyawanya bekerja keras melayani pelanggan dari waktu berbuka hingga sahur. Rata-rata, ia menjual 80 porsi pecel lele per malam dengan harga Rp18.000 per porsi atau omzet perhari mencapai Rp1,4 Juta.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, melalui program-program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS berkomitmen untuk terus membantu para mustahik bertransformasi menjadi muzaki.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan kepada BAZNAS dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Menurut Saidah, usaha Kosir menjadi salah satu dari sekian banyak penerima manfaat yang telah membuktikan dengan kerja keras, kegigihan, serta dukungan dari dana zakat, usaha kecil bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
"Inilah esensi dari zakat yang sesungguhnya, bukan hanya meringankan beban, tetapi juga mengangkat martabat dan kemandirian ekonomi umat," ucap Saidah.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS, baik dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, maupun dengan menyebarkan semangat kebaikan ini kepada yang lain.
"Semoga keberkahan dari zakat semakin meluas dan semakin banyak saudara-saudara kita yang terbantu dalam mencapai kehidupan yang lebih baik," harapnya.
Sejak menerima bantuan tersebut, usaha Kosir yang dirintis sejak 2010 semakin berkembang, bahkan ia berhasil membuka dua lokasi usaha di Parung dan di Kota Bogor yang ramai dikunjungi pelanggan.
Atas keberhasilan yang diraihnya, Kosir mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS sehingga dapat membantu mengubah jalan hidupnya.
"Dulu, saya hanya punya satu gerobak kecil. Setelah mendapat bantuan modal dari BAZNAS, saya bisa bisa sewa lokasi yang lebih luas dan strategis serta membuka lokasi kedua," ujar Kosir kepada pedamping BMD Jabon Mekar.
Menurut Kosir, bantuan BAZNAS tidak hanya meningkatkan pendapatan usahanya, tetapi juga memungkinkannya berkontribusi bagi masyarakat sekitar.
"Saya berterima kasih kepada BAZNAS karena telah mempercayai saya dengan bantuan ini. Sekarang, saya bisa lebih mandiri dan membantu orang lain," kata Pak Kosir.
Keberhasilan Kosir menjadi bukti nyata zakat yang dikelola secara profesional dapat memberdayakan mustahik dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. BAZNAS terus berkomitmen membantu lebih banyak orang seperti Pak Kosir agar mereka dapat mandiri dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Dengan semangat Ramadan yang penuh berkah, Kosir berharap usahanya dapat berkembang semakin besar dan luas. "Saya ingin terus melayani masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan seperti ini," kata Kosir dengan senyum penuh harap.
Pelanggan memperlihatkan iPhone yang disewanya di salah satu gerai rental iPhone, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (26/3/2025). Menurut…
Petugas Air Traffic Control (ATC) memandu pergerakan lalu lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta Air Traffic Control (JATC), Tangerang,…
Warga mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram bersubsidi saat operasi pasar di Kenali Asam, Kota Baru, Jambi, Rabu (26/3/2025).…
Pelanggan memperlihatkan iPhone yang disewanya di salah satu gerai rental iPhone, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (26/3/2025). Menurut…
Petugas Air Traffic Control (ATC) memandu pergerakan lalu lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta Air Traffic Control (JATC), Tangerang,…
Warga mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram bersubsidi saat operasi pasar di Kenali Asam, Kota Baru, Jambi, Rabu (26/3/2025).…