Informasi Pasar Ekspor Tingkatkan Ekspor UMKM

Informasi Pasar Ekspor Tingkatkan Ekspor UMKM
Yogyakarta – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya  informasi pasar ekspor dan promosi untuk meningkatkan ekspor, terutama untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Informasi ini dapat diperoleh dari perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag) dan platform Inaexport.
"Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merangkum informasi pasar ekspor dalam    Inaexport (www.inaexport.id). Informasi tersebut mencakup persyaratan masuk, tren produk,  preferensi konsumen, daftar importir, dan informasi lain yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Selain itu, pelaku UMKM juga dapat berkomunikasi langsung dengan perwadag untuk memperoleh informasi pasar ekspor tersebut," terang Roro.
Roro juga menekankan, Kemendag siap membantu UMKM memulai dan meningkatkan ekspor.  Kemendag bersama perwakilan perdagangan di luar negeri terus mempromosikan produk  unggulan Indonesia melalui penjajakan  kesepakatan bisnis (business matching), misi dagang, dan juga pameran internasional.
Fokus program kerja Kemendag saat ini mencakup pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA Ekspor. 
"BISA adalah singkatan dari Berani  Inovasi, Siap  Adaptasi.  Untuk mendukung UMKM BISA  Ekspor, Kementerian Perdagangan melakukan berbagai upaya yang secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam empat program, yakni pengembangan kapasitas pelaku usaha,   pengembangan daya saing produk ekspor, penyediaan informasi pasar, dan promosi ekspor," sebut Roro.
Adapun secara rinci, dapat dielaborasi melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan pembekalan untuk  mengenal ekspor, dilanjutkan dengan membantu UKM (usaha kecil dan menengah) mengadopsi  teknologi digital melalui pelatihan perdagangan melalui sistem elektronik, pemasaran digital,  dan penggunaan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.  
Agar produk dapat diterima pasar global, pelaku usaha juga difasilitasi pendampingan   pengembangan dan peningkatan daya saing produk, baik dengan pendekatan desain produk, adaptasi produk, dan sertifikasi. 
HII berpusat di Tangerang dan memiliki kantor cabang di sejumlah kota, termasuk Yogyakarta. Sejak 1998, usaha menengah tersebut memproduksi aksesori rumah, keranjang, tempat penyimpanan, dan furnitur yang terbuat dari serat alami, rotan, kayu, terakota, batu alam, dan bahan sintetis lainnya.
Selain itu, dengan dukungan fasilitas produksi Yogyakarta, HII menyediakan berbagai  macam  produk kepada pelanggan untuk aplikasi aksesori umah seperti vas, cermin, bingkai foto,  lampu, dan furnitur. Produk dari Jogja juga  meliputi  taplak  meja,  keset,  aksesori kamar mandi, dan tas tangan.
Lebih lanjut, Kemendag komit untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui tiga   program   prioritas Kemendag. Ketiga program  tersebut, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Peningkatan  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
Menurut Menteri  Perdagangan  Budi  Santoso ketiga program tersebut terkait dengan optimalisasi UMKM agar mampu menjadi pendorong dalam mencapai target pertumbuhan  ekonomi sebesar 8 persen.
“Ketiga program prioritas Kemendag memiliki keterkaitan dengan pengembangan pasar UMKM.  Untuk mencapai pertumbuhan 8 persen, UMKM harus didorong memperluas pasar dan menembus ekspor,” ujar Budi.
Budi menyampaikan, Program  Pengamanan Pasar Dalam Negeri artinya UMKM harus mengisi pasar dalam negeri. Kemudian, Program Perluasan Pasar Ekspor terkait dengan pembukaan  akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.  
Sementara itu, Program UMKM BISA ekspor terkait dengan pengembangan sumber daya UMKM baik berbasis manajemen dan produk, maupun pemasarannya.
“Program ini dirancang engan pendekatan ekosistem yang komprehensif dan melibatkan aspek pembiayaan, logistik, rantai pasok, teknologi produksi, desain, hingga peran agregator,” kata Budi.
Budi melanjutkan,  Kemendag  mempunyai  perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu  Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdaganganyang siap membantu UMKM dalam memasarkan produk. Setiap bulan, perwakilan perdagangan tersebut menggelar  kegiatan presentasi bisnis (pitching) dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).

NERACA

Yogyakarta – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya  informasi pasar ekspor dan promosi untuk meningkatkan ekspor, terutama untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Informasi ini dapat diperoleh dari perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag) dan platform Inaexport.

"Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merangkum informasi pasar ekspor dalam    Inaexport (www.inaexport.id). Informasi tersebut mencakup persyaratan masuk, tren produk,  preferensi konsumen, daftar importir, dan informasi lain yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Selain itu, pelaku UMKM juga dapat berkomunikasi langsung dengan perwadag untuk memperoleh informasi pasar ekspor tersebut," terang Roro.

Roro juga menekankan, Kemendag siap membantu UMKM memulai dan meningkatkan ekspor.  Kemendag bersama perwakilan perdagangan di luar negeri terus mempromosikan produk  unggulan Indonesia melalui penjajakan  kesepakatan bisnis (business matching), misi dagang, dan juga pameran internasional.

Fokus program kerja Kemendag saat ini mencakup pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA Ekspor. 

"BISA adalah singkatan dari Berani  Inovasi, Siap  Adaptasi.  Untuk mendukung UMKM BISA  Ekspor, Kementerian Perdagangan melakukan berbagai upaya yang secara garis besar dapat diklasifikasikan dalam empat program, yakni pengembangan kapasitas pelaku usaha,   pengembangan daya saing produk ekspor, penyediaan informasi pasar, dan promosi ekspor," sebut Roro.

Adapun secara rinci, dapat dielaborasi melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan pembekalan untuk  mengenal ekspor, dilanjutkan dengan membantu UKM (usaha kecil dan menengah) mengadopsi  teknologi digital melalui pelatihan perdagangan melalui sistem elektronik, pemasaran digital,  dan penggunaan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.  

Agar produk dapat diterima pasar global, pelaku usaha juga difasilitasi pendampingan   pengembangan dan peningkatan daya saing produk, baik dengan pendekatan desain produk, adaptasi produk, dan sertifikasi. 

HII berpusat di Tangerang dan memiliki kantor cabang di sejumlah kota, termasuk Yogyakarta. Sejak 1998, usaha menengah tersebut memproduksi aksesori rumah, keranjang, tempat penyimpanan, dan furnitur yang terbuat dari serat alami, rotan, kayu, terakota, batu alam, dan bahan sintetis lainnya.

Selain itu, dengan dukungan fasilitas produksi Yogyakarta, HII menyediakan berbagai  macam  produk kepada pelanggan untuk aplikasi aksesori umah seperti vas, cermin, bingkai foto,  lampu, dan furnitur. Produk dari Jogja juga  meliputi  taplak  meja,  keset,  aksesori kamar mandi, dan tas tangan.

Lebih lanjut, Kemendag komit untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui tiga   program   prioritas Kemendag. Ketiga program  tersebut, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Peningkatan  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Menurut Menteri  Perdagangan  Budi  Santoso ketiga program tersebut terkait dengan optimalisasi UMKM agar mampu menjadi pendorong dalam mencapai target pertumbuhan  ekonomi sebesar 8 persen.

“Ketiga program prioritas Kemendag memiliki keterkaitan dengan pengembangan pasar UMKM.  Untuk mencapai pertumbuhan 8 persen, UMKM harus didorong memperluas pasar dan menembus ekspor,” ujar Budi.

Budi menyampaikan, Program  Pengamanan Pasar Dalam Negeri artinya UMKM harus mengisi pasar dalam negeri. Kemudian, Program Perluasan Pasar Ekspor terkait dengan pembukaan  akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.  

Sementara itu, Program UMKM BISA ekspor terkait dengan pengembangan sumber daya UMKM baik berbasis manajemen dan produk, maupun pemasarannya.

“Program ini dirancang engan pendekatan ekosistem yang komprehensif dan melibatkan aspek pembiayaan, logistik, rantai pasok, teknologi produksi, desain, hingga peran agregator,” kata Budi.

Budi melanjutkan,  Kemendag  mempunyai  perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu  Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdaganganyang siap membantu UMKM dalam memasarkan produk. Setiap bulan, perwakilan perdagangan tersebut menggelar  kegiatan presentasi bisnis (pitching) dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).

 

 

BERITA TERKAIT

Kolaborasi Kunci Kesuksesan Program MBG

  Kolaborasi Kunci Kesuksesan Program MBG Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin)…

Jelang Lebaran, Masyarakat Belanja dengan Harga yang Terjaga

Jelang Lebaran, Masyarakat Belanja dengan Harga yang Terjaga Bogor – Menteri Perdagangan Budi Santoso memantau harga dan pasokan barang kebutuhan…

Gudang Distribusi Garam Ponorogo Siap Bantu Swasembada

Gudang Distribusi Garam Ponorogo Siap Bantu Swasembada Ponorogo – Operasional gudang distribusi garam di Ponorogo, Jawa Timur akan membantu mencapai…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Kolaborasi Kunci Kesuksesan Program MBG

  Kolaborasi Kunci Kesuksesan Program MBG Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin)…

Jelang Lebaran, Masyarakat Belanja dengan Harga yang Terjaga

Jelang Lebaran, Masyarakat Belanja dengan Harga yang Terjaga Bogor – Menteri Perdagangan Budi Santoso memantau harga dan pasokan barang kebutuhan…

Gudang Distribusi Garam Ponorogo Siap Bantu Swasembada

Gudang Distribusi Garam Ponorogo Siap Bantu Swasembada Ponorogo – Operasional gudang distribusi garam di Ponorogo, Jawa Timur akan membantu mencapai…