NERACA
Jakarta — Pacu pertumbuhan bisnisnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) melalui anak usahanya mengakuisisi 50% saham PT Samudra Harmoni Prakarsa. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Sekretaris Perusahaan Indocement, Dani Handajani menyampaikan. transaksi akuisisi itu dilakukan oleh entitas anak perseroan PT Bahana Indonor selaku pembeli dengan PT Lintas Armada Indonesia dan Hendy Williams selaku penjual. “Sehingga Bahana Indonor memiliki 56.000 saham atau setara dengan 50% dari modal ditempatkan dan disetor dalam PT Samudra Harmoni Perkasa,”ujarnya.
Disebutkan, nilai transaksi jual beli saham tersebut disepakati sebesar Rp47,25 miliar. Adapun, PT Samudera Harmoni Parkasa berkedudukan di jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Tujuan akuisisi dalam rangka kerja sama pengelolaan dan pengoperasian kapal MV Harmoni 1 untuk pengangkutan muatan clinker atau batu bara atau kargo lainnya.
Sebelumnya, Indocement mengalirkan investasi ke dalam perusahaan joint venture dengan Amita Circular Design (ACD) yang bergerak di bidang bahan bakar alternatif. Injeksi modal itu dilakukan INTP melalui entitas anak perusahaan, yaitu PT Sari Bhakti Sejati (SBS). SBS melakukan investasi penyertaan modal pada PT Amita Prakarsa Hijau sebesar 20% atau senilai Rp2 miliar. PT Amita Prakarsa Hijau merupakan suatu perusahaan yang akan memproduksi bahan bakar alternatif dan material alternatif untuk dipasok ke perusahaan semen dan perusahaan lainnya, yang berasal dari pengolahan limbah industri dan/atau kota (rumah tangga).
Proyek ini berkontribusi terhadap pengurangan gas rumah kaca dalam produksi semen melalui penggunaan bahan baku alternatif dan bahan bakar alternatif. Adapun kongsi ACD dengan Indocement dimulai dengan penjajakan peluang kerja sama sejak 2023. ACD sendiri merupakan bagian dari perusahaan Jepang yang fokus pada solusi dan jasa keberlanjutan dan sirkular, Amita Holdings Co. Ltd.
Sebagai informasi, laba bersih emiten produsen semen Tiga Roda yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk pada 2024 dan 2025 direvisi menjadi Rp 1,59 triliun dan Rp 1,6 triliun, turun 23,7% dan tumbuh 0,7% yoy. Proyeksi baru tersebut turun 40,8% dan 43,9% dari angka sebelumnya.“Kami merevisi estimasi laba Indocement (INTP) pada 2024-2025 sebesar 40,8% dan 43,9% akibat harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih rendah dari perkiraan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Membuka tahun 2025, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapatkan apresiasi, arahan dan tantangan atas transformasi yang dilakukan dari…
NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG),…
NERACA Jakarta- Tingkatkan efisiensi bisnis, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mengumumkan telah melakukan penggabungan atau merger atas dua anak…
Membuka tahun 2025, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapatkan apresiasi, arahan dan tantangan atas transformasi yang dilakukan dari…
NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG),…
NERACA Jakarta- Tingkatkan efisiensi bisnis, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mengumumkan telah melakukan penggabungan atau merger atas dua anak…