Budidaya Lele Solusi Ekonomi Di Tengah Pandemi

NERACA

Jakarta - Guna menggerakkan perekonomian rakyat di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar pelatihan dengan metode semi blended. Kali ini, melalui unit pelaksana teknis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan, diselenggarakan ‘Pelatihan Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Lele.’

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang. 

Dari lokasi berbeda, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengungkapkan, mengusung metode semi blended, pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan pelatihan daring (online) dengan tatap muka dipandu oleh instruktur atau pelatih. Namun, pelatihan tatap muka dilaksanakan dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita selenggarakan pelatihan dengan menggunakan platform e-Jaring dengan pelatih dari BPPP Medan. Namun, di lapangan kita juga hadirkan lima orang penyuluh untuk mendampingi dan membimbing langsung para peserta,” ungkap Sjarief.

Sjarief menyatakan, pemilihan metode semi blended ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemahaman peserta atas pelatihan yang diberikan. Sebelumnya, KKP telah menerapkan pelatihan dengan metode serupa, misalnya pada pelatihan budidaya magot untuk pakan alami ikan di Kabupaten Banyumas dan pelatihan budidaya udang vaname super intensif di Kabupaten Cilacap.

 Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menjelaskan, tema pelatihan yang digelar juga disesuaikan dengan identifikasi kebutuhan masyarakat.

“Sesuai permintaan kebutuhan dari masyarakat, selama dua hari, dimulai hari ini hingga besok kita selenggarakan pelatihan teknik budidaya pembesaran ikan lele yang diikuti oleh 50 orang peserta,” papar Lilly saat membuka pelatihan.

 Melalui pelatihan semi blended ini, Lilly berharap transfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap teknik budidaya pembesaran lele dapat dilakukan dengan baik. Untuk itu, ia meminta penyuluh perikanan terus mendampingi para pelaku utama/pelaku usaha di lapangan guna mempermudah komunikasi jika ditemukan kesulitan.

“Saya berharap, BPPP Medan dapat memberikan materi selengkap-lengkapnya, mulai dari persiapan, pembesaran, pencegahan dan penanganan hama dan penyakit ikan, kualitas air, penyediaan pakan, hingga sampai ke analisis usahanya,” harap Lilly.

Disisi lain, Lilly juga berharap, ikan lele akan menjadi komoditas perikanan yang disukai masyarakat Sumsel. “Kalau sekarang pempek masih dibuat dari ikan belida, ke depan mungkin dapat dikembangkan pempek ikan lele atau misalnya tekwan ikan lele,” papar Lilly.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti yang turut menyaksikan langsung kegiatan pelatihan dari Palembang, menyampaikan apresiasi kepada KKP atas penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat tepat, mengingat dari berbagai proposal permohonan pelatihan yang diterimanya, sebagian besar meminta pelatihan budidaya ikan lele.

 

“Di masa pandemi ini, masyarakat sangat terpuruk dan mereka membutuhkan biaya hidup. Budidaya lele ini adalah sebagai alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Renny.

Renny berpendapat, lele adalah jenis ikan yang dapat hidup dengan mudah dan tidak sulit untuk dibudidayakan. sehingga, untuk berbudidaya lele, masyarakat tidak membutuhkan kolam atau halaman yang luas. Budidaya lele dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sederhana, termasuk ember sehingga dapat dilakukan dengan mudah di rumah-rumah.

“Di masa pandemi ini, solusi untuk bertahan, tetap produktif, dan menghasilkan nilai ekonomi salah satunya dengan mencari solusi yang tepat dan akurat yaitu budidaya lele ini,” imbuh Renny.

Untuk itu, Renny mengimbau seluruh peserta pelatihan untuk dalam hal ini maka para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membantu perekonomian keluarga.

“Bapak Ibu juga bisa berbagi ilmu dengan tetangga-tetangga yang belum bisa mengikuti pelatihan pada hari ini. Dan tadi saya sempat ngobrol dengan para penyuluh dan pelatih, mereka selalu siap membantu Bapak Ibu semuanya,” jelas Renny.

Kepala BPPP Medan, Simparta Br Sitepu mengatakan, teknik budidaya pembesaran Ikan lele yang diajarkan adalah dengan menggunakan kolam terpal. Tak hanya menonton, peserta akan langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan menggunakan alat dan bahan yang telah diminta dipersiapkan sebelumnya.

 “Tujuannya, kita ingin mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya dan menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat pembudidaya,” pungkas Simparta.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…