Permudah Akses Pendidikan untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Permudah Akses Pendidikan untuk Tingkatkan Kualitas SDM  

NERACA

Jakarta - Anggota MPR RI Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian menilai kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia adalah dengan mempermudah akses pendidikan berkualitas kepada generasi muda Indonesia.

Karena menurut dia, generasi muda Indonesia saat ini telah memasuki era generasi milenial yang sangat erat kaitannya dengan revolusi industri global four point zero (4.0)."Konstitusi kita mengakomodir hal tersebut dengan tegas mengamanahkan bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki hak menikmati pendidikan yang layak serta adil dan merata untuk semua warga negara, itu sebagai dasar landasan proses terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul," kata Hetifah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/8).

Hal tersebut disampaikan Hetifah dalam acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan tema "Semangat dan Tantangan Perbaikan Mutu Pendidikan Karakter Melalui Penjamin Mutu Yang Berkualitas Di Era Milenial (Industri 4.9 Era Disrupsi)" dan bedah buku "Self Accreditation, Perbaikan Mutu Pendidikan Setelah Penjaminan Mutu’ karya Ade E. Sumengkar, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/8).

Hetifah menilai pendidikan yang berkualitas harus didukung sarana, prasarana dan pendidik atau guru yang berkualitas. Karena itu menurut dia, upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas serta mutu bidang pendidikan seperti pelatihan-pelatihan untuk para guru dan akreditasi lembaga pendidikan, harus didukung penuh.

Menurut dia, dukungan terhadap upaya-upaya agar mutu bidang pendidikan di Indonesia harus datang dari berbagai elemen bangsa terutama yang berkompeten seperti pemerintah dan legislatif."Diskusi, pembahasan seperti acara bedah buku ini akan menjadi masukan bagi kami khususnya di parlemen, untuk melakukan yang terbaik buat peningkatan mutu pendidikan Indonesia," ujar dia.

Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan akses pendidikan yang berkualitas memang sangat dibutuhkan generasi milenial Indonesia. Dia menilai pemenuhan kualitas pendidikan itu tentu saja juga harus didukung dengan mutu di bidang pendidikan yang berkualitas mulai dari sarana prasarana serta para pendidiknya, apalagi tantangan bangsa ke depan makin besar dan berat.

"Saya sangat mengapresiasi kiprah para pendidik atau guru yang bahkan harus menempuh jarak yang sangat jauh dan terpencil demi kecintaannya kepada anak-anak didik dan dunia pendidikan," kata dia.

Siti Fauziah menilai, MPR berkiprah juga dalam bidang pendidikan dalam program Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan mengedukasi berbagai elemen masyarakat termasuk generasi muda bahkan usia TK untuk memahami kembali Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dengan berbagai metode seperti menggambar, mewarnai sampai ke metode pembuatan perangko Empat Pilar.

Dalam acara tersebut, Guru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Ari Purbayanto menilai bangsa Indonesia memiliki permasalahan besar terhadap anak-anak bangsa yang masih banyak tidak memiliki akses pendidikan yang layak karena kemiskinan. Ant

 

BERITA TERKAIT

Amandemen UUD Perlu Kajian Mendalam

NERACA Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menegaskan bahwa Pimpinan MPR RI telah sepakat untuk melakukan perubahan UUD…

Program Cakada Harus Berpedoman Pancasila

NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Dr. Ahmad Basarah menegaskan para calon kepala daerah (Cakada)…

Indonesia Butuh UU Perlindungan Tokoh Agama

NERACA   Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai Indonesia perlu memiliki Undang-Undang (UU) Perlindungan Tokoh Agama,…

BERITA LAINNYA DI

Amandemen UUD Perlu Kajian Mendalam

NERACA Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menegaskan bahwa Pimpinan MPR RI telah sepakat untuk melakukan perubahan UUD…

Program Cakada Harus Berpedoman Pancasila

NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Dr. Ahmad Basarah menegaskan para calon kepala daerah (Cakada)…

Indonesia Butuh UU Perlindungan Tokoh Agama

NERACA   Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai Indonesia perlu memiliki Undang-Undang (UU) Perlindungan Tokoh Agama,…