UKM Didorong Pendanaan di Pasar Modal

NERACA

Jakarta - Di tengah pandemi saat ini, pelaku usaha kecil menengah (UKM) dituntut untuk bisa berdaptasi dalam menjalankan bisnisnya dan termasuk mengakses pendanaan dalam menunjang ekspansi bisnisnya dan salah satu alternatifnya lewat pasar modal. Pasalnya, besarnya likuiditas di pasar modal menjadi potensi sebagai sumber pendanaan.

Oleh karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengharapkan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dapat memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif untuk meraih dana dalam rangka mengembangkan ekspansi.”Kadin menyadari, akses pendanaan adalah salah satu kendala di dunia usaha. Karena  itu Kadin berkewajiban menyampaikan informasi mengenai alternatif sumber pendanaan usaha seperti pasar modal," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perusahaan rintisan dan UKM harus berani mencoba hal baru dan termasuk meraih pendanaan diluar konvensional atau perbankan. Pendanaan makin diperlukan di tengah situasi pandemi ini, meski ekonomi sedang turun bisnis UKM harus berkembang.

Dia menyampaikan, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah menyediakan papan akselerasi guna mengakomodasi UKM dan perusahaan rintisan.”Beberapa tahun terakhir ini BEI telah memberikan kemudahan bagi perusahaan rintisan (startup) dan UKM dengan program papan akselerasi. Papan ini diperuntukkan bagi perusahaan dengan aset skala Rp5 miliar hingga Rp10 miliar," katanya.

Nantinya, perusahaan rintisan dan UKM juga dapat memanfaatkan program IDX Incubator. Program itu diperuntukkan untuk mendukung perusahaan startup dalam rangka membangun bisnis melalui program mentoring, pelatihan, dan akses kepada investor dan perusahaan tercatat. Beberapa fasilitas yang disediakan di Inkubator BEI meliputi ruang kerja, ruang pertemuan, ruang pelatihan, dan internet berkecepatan tinggi."BEI juga mempunyai inkubator untuk perusahaan rintisan atau UKM, mereka bisa mengikuti berbagai program mentoring agar matching dengan investor di Bursa," paparnya.

Kendati demikian, menurut Erik, masih diperlukan sosialisasi dan komunikasi yang ekstensif mengenai IDX Incubator agar perusahaan startup dan UKM dapat melihat peluang melalui program BEI itu.”Strategi atau kunci sukses bagi startup dan UKM dalam upaya pengembangan bisnis pada masa pandemi ini utamanya adalah adaptif, resilient, inovatif dan harus semakin pandai melihat peluang baru," katanya.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…