Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA

Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi masih mendapatkan kontrak baru. Dimana hingga awal September 2020, perseroan berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp 141,13 miliar atau mencapai 86% dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 164 miliar.

Corporate Secretary and Business Development Pratama Widya Tbk, Richard Antonio dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, mayoritas kontrak sebanyak 70,4% berasal dari proyek infrastuktur yang tetap menggeliat di masa pandemi Covid-19.”Dengan adanya Instruksi Menteri (Inmen) Nomor 2 tahun 2020 yang menjamin pekerjaan jasa konstruksi tetap berlanjut di tengah pandemi, mendorong perusahaan mendapatkan kontrak baru," ujarnya.

Melihat meningkatnya kebutuhan alat berat, perseroan melalui anak usahanya akan melakukan integrasi vertikal hulu di bidang pelayaran dan distributor serta penyewaan alat berat sebagai upaya perusahaan untuk menjaga kualitas pekerjaan dan menurunkan biaya produksi. Lebih lanjut Richad menekankan, di saat sektor swasta sedang menurun, korporasi justru bisa tetap tumbuh dikarenakan pembangunan infrastuktur Indonesia masih dibutuhkan guna membangkitkan ekonomi ketika pandemi berakhir.

Di saat kondisi ekonomi yang tidak baik ini, perseroan lantas memfokuskan diri untuk memperoleh pekerjaan infrastruktur yang didanai oleh pemerintah. Adapun sektor infrastruktur akan bertumbuh seiring dengan kenaikan anggaran Kementrian PUPR dalam RAPBN 2021. Di sisi lain, lanjut Richard, manajemen juga telah mengubah pendekatan belanja modal atau capital expenditure (Capex).

Adapun Capex yang disiapkan PTPW pada tahun ini yaitu sebesar Rp 103,76 miliar. Menurut Richard, jika perusahaan lain mempunyai banyak alat berat, namun PTPW memilih untuk merampingkan diri. Pasalnya, semakin banyak alat berat, semakin tinggi beban depresiasi sehingga laba Perusahaan tergerus,”Kami memaksimalkan penggunaan alat berat yang ada dan meningkatkan mutu pemeliharaan alat," tegasnya.

Untuk diketahui, perseroan berhasil terus mempertahankan fundamental keuangan yang cukup baik, bisa terlihat dari rasio net profit margin yang selalu diatas 20% (dari sisi profitability) selain itu juga mempyunyai rasio solvabilitas yang cukup baik yaitu current ratio selalu diatas 100% dan debt to equity ratio selalu dibawah 1x. Di saat pandemi virus corona saat ini, hal ini merupakan sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga likuiditas. Dan perseroan mempunyai tingkat likuiditas yang cukup baik, sehingga perusahaan dapat tetap melakukan ekspansi mencari proyek-proyek lain.  

Sementara itu, di tengah pandemi ini, perusahaan tidak melakukan efisiensi besar-besaran. Perseroan juga tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan karena kegiatan usaha tetap berjalan, tidak terganggu oleh pandemi. "Untuk tahun 2020, manajemen menargetkan pendapatan di kisaran Rp 185 miliar dengan laba bersih di atas 20%," kata dia.

BERITA TERKAIT

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…