Profit Taking Investor Tahan Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (15/9) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah dipicu aksi ambil untung oleh para investor. IHSG ditutup melemah 60,96 poin atau 1,18% ke posisi 5.100,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 14,37 poin atau 1,79% menjadi 790,75,”Kelihatannya investor profit taking terhadap saham-saham yang sudah membukukan kenaikan signifikan dalam dua hari terakhir," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, kemarin.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 2,14%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor konsumer masing-masing minus 1,67% dan minus 1,49%. Tiga sektor meningkat di mana sektor properti naik paling tinggi yaitu 2,53%, diikuti sektor aneka industri dan sektor perdagangan masing-masing 0,83% dan 0,23%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp1,11 triliun. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 675.458 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,95 miliar lembar saham senilai Rp8,02 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 296 saham menurun, dan 148 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore kemarin antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 104,41 poin atau 0,44% ke 23.454,89, indeks Hang Seng naik 92,48 poin atau 0,38% ke 24.732,76, dan indeks Straits Times menguat 6,64 atau 0,27% ke 2.489,19.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 7,42 poin atau 0,14% ke posisi 5.169,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,09 poin atau 0,26% menjadi 807,21. Menurut tim riset Phintraco Sekuritas, mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Selasa. Semalam bursa AS ditutup menguat ditopang kenaikan saham-saham teknologi. Dow Jones naik 1,18%, S&P 500 menguat 1,27%, dan Nasdaq naik 1,87%.

Dari domestik, pelaku pasar akan menantikan rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) periode Agustus yang akan rilis pada siang ini.Konsensus memperkirakan NPI Indonesia masih akan surplus pada periode Agustus 2020. Masih dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati penanganan kasus Covid-19 di Indonesia pasca diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Seiring dengan sentimen di atas, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham perbankan seperti BBNI, BMRI dan BBRI yang berpotensi menguat pada perdagangan hari ini dan dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk membeli saham-saham tersebut. Selain saham-saham perbankan, pelaku pasar juga dapat mencermati saham-saham tambang khususnya yang berkaitan dengan batubara seperti ADRO dan PTBA. Mulai menguatnya harga kontrak berjangka (futures) batu bara dapat menjadi sentimen positif bagi saham-saham tersebut.

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Tawarkan Kupon Bunga Hingga 7,25%

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Federal International Finance atau FIF kembali menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Ini merupakan…

Dinilai Mampu Kalahkan Pasar - Saham Kerupuk Udang Jadi Saham Makanan Terkuat

NERACA Jakarta - Saham dari emiten barang konsumsi atau consumer goods kerap kali dinyatakan sebagai saham defensif atau tahan banting.…

Perkuat Modal Inti - Bank Bisnis Internasional Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Meski masih segar mengantungi dana hasil IPO beberapa pekan lalu, namun besarnya tantangan industri keuangan kedepan menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…