Sepi Penjualan Properti - Total Pendapatan Modernland Anjlok 88,07%

NERACA

Jakarta – Lesunya bisnis properti sebagai dampak pandemi Covid-19 menjadi tekanan terhadap kinerja PT Modernland Realty Tbk (MDLN). Tengok saja, di kuartal pertama 2020, emiten properti ini membukukan koreksi total pendapatan sebesar 88,07% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi hanya Rp111,82 miliar.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan hampir saja membukukan total pendapatan mencapai Rp1 triliun, yaitu Rp937,15 miliar. Perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin menjelaskan, perseroan sama sekali tidak mendapatkan penghasilan dari penjualan tanah pada periode tiga bulan pertama 2020. 

Padahal pada periode tiga bulan 2019, perseroan mencatatkan omzet sebesar Rp720,08 miliar dari penjualan tanah. Secara umum, MDLN mencatatkan perlambatan pertumbuhan pendapatan dari semua lini penjualan. Penurunan pendapatan juga terjadi di pos penjualan rumah tinggal dan ruko yang terjun 56,22% yoy ke posisi Rp78,99 miliar, diikuti pendapatan dari hotel dan sewa yang juga terjungkal 10,52% yoy menjadi Rp18,35 miliar.

Penurunan pendapatan terkecil disumbang oleh penghasilan dari lapangan golf dan restoran club house yang hanya terkoreksi tipis 0,93% secara tahunan menjadi Rp11,36 miliar. Dari situ, Modernland mencatatkan rugi bersih dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp159,1 miliar, berbanding terbalik dari posisi untung Rp318,17 miliar pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Kontras dengan pendapatannya yang terus anjlok, total liabilitas perseroan terpantau mengalami kenaikan. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, Modernland mencatatkan kenaikan dari pos liabilitas sebesar 12,07% menjadi Rp9,95 triliun. Dalam waktu dekat, perseroan akan dihadapkan kewajiban Utang Obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 sebesar Rp150 miliar yang bakal jatuh tempo 7 Juli 2020 mendatang.

Surat utang seri B tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 12,5% dengan menjaminkan 2 bidang tanah milik PT Mitra Sindo Sukses selaku entitas anak perseroan. Rincian dari bidang tanah yang digunakan sebagai jaminan Tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1889/Cakung Timur seluas 9.233 m2, Tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan No.6267/Cakung Timur seluas 3.579 m2, Tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan No.6268/Cakung Timur seluas 7.154 m2 dengan nilai objek jaminan sebesar Rp251,92 miliar. Keduanya terletak dalam kawasan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta. 

Rencananya, hasil dana penerbitan obligasi tersebut untuk pelunasan Obligasi II Modernland Realty tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap seri A yang jatuh tempo pada tanggal 27 Desember 2015 dan sisanya akan dipergunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti di wilayah Jabodetabek yang antara lain dilakukan dengan pembelian lahan untuk pengembangan.

Berdasarkan Surat No. 523/PEF-Dir/IV/2015 tanggal 6 April 2015, perseroan mendapatkan peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut. Sementara, hingga akhir Maret tahun ini, Modernland hanya memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp180,28 miliar, terjun 62,03% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…