Mayora Tebar Dividen Tunai Rp 30 Persaham

NERACA

Jakarta - Berkah masih terjaganya pertumbuhan pendapatan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di tahun 2019 menjadi alasan bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. Keputusan pembagian dividen sendiri telah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2019.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp 30 per saham, sehingga total laba bersih yang dialokasikan untuk dividen tunai sebesar Rp 670,76 miliar. Dividen ini akan mulai dibagikan pada tanggal 30 Juli 2020. Tahun ini, perseroan terus melakukan inovasi dalam berbagai lini bisnis yang dimilikinya, dengan begitu produk-produk yang dihasilkan akan selalu relevan bagi konsumen. “Upaya-upaya ini kami yakini akan mampu terus menunjang kinerja keuangan jangka panjang Perseroan secara positif. Terlebih karena hasil produksi Perseroan merupakan makanan dan minuman yang sudah menjadi kebutuhan dalam konsumsi masyarakat sehari hari,”kata Drektur Utama PT Mayora Indah Tbk, Andre Sukendra Atmadja.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan membukukan kenaikan nilai penjualan sebesar Rp 966 miliar dibanding tahun 2018, atau dari Rp 24,06 triliun menjadi sebesar Rp 25,03 triliun pada tahun 2019. Dari total penjualan tersebut perseroan berhasil memperoleh laba usaha sebesar Rp 3,17 triliun atau meningkat lebih dari 20% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2,63 triliun.

Perseroan menuturkan, tahun 2019 bukanlah tahun yang mudah, sebab dinamika yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri telah menahan laju pertumbuhan ekonomi secara umum. Namun demikian, perseroan berhasil membukukan kinerja solid. Emiten makanan kemasan ini mampu mengatasi sulitnya pencapaian target peningkatan nilai penjualan dengan menciptakan profitabilitas yang lebih besar dari yang ditargetkan.

Tengok saja, laba bersih yang ditargetkan untuk dicapai pada tahun 2019 sebesar Rp 1,93 triliun, adapun angka realisasinya mencapai Rp 2,04 triliun. Disebutkan, perolehan laba bersih ini lebih tinggi dari yang ditargetkan atau meningkat hingga sebesar 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah laba usaha yang ditargetkan tahun 2019 sebesar Rp 3,12 triliun. Dari target tersebut, yang berhasil diperoleh sebesar Rp 3,17 triliun atau meningkat lebih dari 20% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat diangka Rp 2,63 triliun.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…