Masyarakat sekitar Punthuk Setumbu Gelar Ritual Sedekah Bumi

Masyarakat  di sekitar objek wisata Punthuk Setumbu di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, menggelar ritual Sedekah Bumi untuk melestarikan budaya masyarakat setempat.

Prosesi Sedekah Bumi diawali kirab "pengantin", dengan warga yang membawa nasi tumpeng beserta lauk-pauk dari Kebun Buah Karangrejo ke Punthuk Setumbu yang berjarak sekitar 400 meter. Setelah sampai Bukit Punthuk Setumbu, warga kemudian menaruh nasi tumpeng tersebut menjadi satu secara memanjang di atas alas daun pisang.

Setelah dilakukan doa bersama, warga kemudian melakukan "kembul bujono" atau makan bersama-sama barang bawaan tersebut. Dalam Sedekah Bumi tersebut juga ditampilkan kesenian tradisional Kubro Siswa.

Ketua Pengelola Punthuk Setumbu yang juga Kepala Dusun Kurahan, Nuryazid mengatakan Sedekah Bumi ini dilakukan rutin setiap dua tahun sekali sebagai rasa syukur masyarakat kepada Tuhan YME yang telah memberikan limpahan rezeki. Menurut dia, kegiatan Sedekah Bumi telah dilakukan para pendahulu secara turun temurun.

Dulu Punthuk Setumbu sebagai tempat untuk menggembala ternak dan setiap Senin Legi warga membawa makanan di atas bukit tersebut untuk dimakan bersama-sama. Ia menyampaikan di masa pandemi ini peserta dibatasi hanya sekitar 150 orang, khusus dari warga Dusun Kurahan, kalau sebelumnya banyak warga lain daerah yang berdatangan dan juga tampil sejumlah kesenian.

Sejumlah warga membawa gunungani hasil bumi saat mengikuti kirab sedekah bumi Punthuk Setumbu,  di dusun Kurahan, Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jateng, Tradisi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas limpahan karunia dan kesejahteraan serta sebagai kegiatan melestarikan adat budaya tradisional.

"Harapan kami dengan Sedekah Bumi ini masyarakat di sini tetap bisa bersyukur. Kegiatan ini untuk melestarikan budaya, dan diharapkan wisata Punthuk Setumbu bisa lebih maju dan bermanfaat untuk masyarakat di sini," katanya.

Punthuk Setumbu berada di ketinggian dengan jarak sekitar 4 kilometer dari Candi Borobudur, yang selama ini dikenal sebagai lokasi ideal untuk melihat keindahan Candi Borobudur dan sunrise dari ketinggian. Punthuk Setumbu dirintis sebagai objek wisata mulai 2006 dan mulai dikenal masyarakat sejak 2009. Harga tiket masuk ke objek wisata tersebut untuk wisatawan Nusantara Rp20.000 per orang dan wisatawan mancanegara Rp50 ribu per orang.

Di sisi lain, Saat ini objek wisata yang ada dalam radius 5 km dari Gunung Merapi telah ditutup setelah muncul sejumlah aktivitas seismik yang menerbitkan status siaga di gunung berapi itu.

Jika sedang tidak "batuk", Gunung Merapi ialah salah satu destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi jika turis sedang wisata ke Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Selain melakukan pendakian, turis juga bisa mengunjungi objek wisata yang berada di sekitar kaki Gunung Merapi. Salah satunya ialah Plunyon Kalikuning atau yang populer disebut Jembatan Kalikuning.

Plunyon Kalikuning terletak di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berada sekitar 100 meter sebelum gerbang masuk Taman Nasional Gunung Merapi.

Usai wisata Lava Jeep Tour, turis bisa menyambangi Jembatan Kalikuning ini dengan berjalan kaki atau naik motor. Jalan menuju lokasi ini sudah beraspal namun tidak mulus. Pepohonan masih berdiri lebat di sekitarnya. Meski demikian ada banyak homestay yang dibuka di sekitar sini.

Jika matahari sedang bersinar cerah, kerucut Gunung Merapi bisa terlihat dengan jelas di ujung jembatan kabel dengan pagar berwarna kuning, amat indah dan terasa dekat. Kalau sudah melihat panorama tersebut, segeralah abadikan dalam foto atau video, karena banyak yang mengatakan kalau wujud gunung yang terakhir kali meletus dahsyat pada 2010 itu lebih sering tertutup awan.

Warga lokal yang sempat menemani berkunjung ke Jembatan Kalikuning sebelum ditutup selama pandemi virus Corona, bahkan mengatakan kalau "sekali kita melihatnya, lalu melengos, lalu melihatnya lagi, penampakan Gunung Merapi pasti akan berbeda".

Di kanan dan kiri jembatan masih tumbuh hutan pinus dan terlihat aliran sungai di bagian kiri. Mengutip tulisan dari KotaJogja.com, dulunya Kalikuning ialah objek wisata alam favorit di kaki Gunung Merapi.

Udara yang sejuk dan air sungai yang jernih membuat banyak turis berdatangan untuk berkemah sampai outbound. Namun pada 2006 tempat ini hancur terkena awan panas dan lahar dingin Merapi. Berlanjut dengan erupsi tahun 2010 yang juga menghancurkan Kaliadem, tempat tinggal Mbah Marijan.

Hutan cemara dan pinus yang hijau tak bersisa, bahkan sungai Kalikuning pun hilang tertutup lahar. Jangan lupa membawa baju hangat dan mengenakan alas kaki yang nyaman saat mendatangi Plunyon Kalikuning atau Jembatan Kalikuning. Patuhi juga peraturan dari penjaga, terutama untuk tidak nekat bersandar di area yang curam hanya demi selfie.

BERITA TERKAIT

Menyantap Ikan Segar di Pulau Seribu

Berwisata #DiIndonesiaAja di Kepulauan Seribu tidak hanya menawarkan kegiatan snorkeling atau diving. Di masa pandemi, ada tren wisata memancing yang…

Curug Malela, 'The Little Niagara' di Bandung Barat

Ciwidey, yang selama ini populer dengan objek wisata Kawah Putih Ciwidey, juga punya objek wisata yang tak kalah memukau, yakni…

Bersantai di Surga Rahasia Labuan Bajo

Tidak melulu tentang keganasan hewan purba komodo atau keelokan Pulau Padar yang tengah jadi salah satu tujuan destinasi favorit #DiIndonesiaAja,…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Menyantap Ikan Segar di Pulau Seribu

Berwisata #DiIndonesiaAja di Kepulauan Seribu tidak hanya menawarkan kegiatan snorkeling atau diving. Di masa pandemi, ada tren wisata memancing yang…

Curug Malela, 'The Little Niagara' di Bandung Barat

Ciwidey, yang selama ini populer dengan objek wisata Kawah Putih Ciwidey, juga punya objek wisata yang tak kalah memukau, yakni…

Bersantai di Surga Rahasia Labuan Bajo

Tidak melulu tentang keganasan hewan purba komodo atau keelokan Pulau Padar yang tengah jadi salah satu tujuan destinasi favorit #DiIndonesiaAja,…