Dukung UMKM Kalimantan, Pertamina Salurkan Rp 2,5 Miliar

NERACA

Balikpapan – Pertamina salurkan pinjaman modal usaha kemitraan kepada pelaku UMKM di Kalimantan sejumlah 2.5 Miliar rupiah yang diserahkan  oleh Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun,  kepada 29 pelaku UMKM yang tersebar di 3 (tiga) provinsi di Kalimantan yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan bertempat di Gedung Annex Kantor Pertamina MOR VI Kalimantan.

UMKM penerima pinjaman modal usaha ini memiliki usaha yang bervariatif mulai dari perdagangan, jasa dan industri. Adapun  jumlah pemberian pinjaman Program Kemitraan per sektor adalah  industri Rp 1.140.000.000,- , sektor jasa Rp 640.000.000,- dan sektor perdagangan Rp 775.000.000

Tujuan pemberian dana Program Kemitraan  untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam berusaha dalam bentuk pinjaman dana bergulir. Di tengah pandemic Covid 19 ini, banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan suntikan modal untuk mulai bangkit dan menata usahanya

"Pinjaman modal usaha ini merupakan Program Kemitraan sebagai salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pertamina kepada masyarakat sekitar. Program Kemitraan Pertamina sendiri sudah ada sejak tahun 1993 yang merupakan mandat dari Kementerian BUMN yang wajib dilaksanakan oleh seluruh BUMN yang ada di Indonesia," ujar Roberth MV Dumatubun pada acara akad penyaluran.

"Kami sangat berterimakasih kepada Pertamina yang sudah memberikan bantuan hingga pembinaan kepada kami pelaku UMKM. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, para pelaku UMKM sangat membutuhkan dukungan agar usaha kami tetap berlanjut, tidak hanya modal usaha tapi dukungan agar kami bisa tetap bertahan di tengah masa masa sulit seperti sekarang ini. Sekali lagi kami sangat berterimakasih kepada Pertamina," ujar Siti Hairiah salah satu UMKM dari Kabupaten Paser.

Di tahun 2020, Pertamina telah menyalurkan 12,5 Milyar rupiah pinjaman modal usaha kepada pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi di Kalimantan dengan rincian per sektor adalah sektor perdagangan sebesar 5,2 Milyar Rupiah, sektor industri 2,9 Milyar Rupiah, sektor jasa 3,8 Milyar Rupiah, peternakan 310 juta rupiah dan perkebunan 347 juta rupiah.

Selain pinjaman modal usaha, Pertamina juga memberikan pembinaan demi keberlanjutan dan perkembangan usaha UMKM yang sudah menjadi mitra binaan Pertamina, mulai dari pelatihan, pameran, hingga workshop kegiatan.

Salah satu kegiatan pembinaan yang telah berlangsung di 2020 adalah kegiatan Pertamina SMEXPO 2020 yang diadakan bulan September 2020 sebagai ajang pameran dan pelatihan UMKM yang dijalankan secara virtual.

Sehingga dalam hal ini Pertamina

fokus dan terus memeberikan perhatian kepada UMKM Mitra Binaannya terlebih pada di masa pandemi Covid-19 tidak ada hentinya. Sebab, melalui Program Kemitraan, pembinaan terus berjalan baik secara langsung maupun daring. Upaya ini bak tongkat estafet, di mana manfaatnya juga dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di bawah naungan UMKM binaan Pertamina.

Seperti yang dilakukan salah satu mitra binaan Pertamina Defria Amelia Kirana. Pemilik usaha AnnBbaby yang berbasis di Jimbaran, Bali ini ikut memberi perhatian lebih pada lingkungan sekitarnya sejak awal mula pandemi. ”Sejak Maret lalu, mulai banyak pekerja dan buruh yang di rumahkan dampak Covid-19. Akhirnya saya ajak untuk ikut bantu usaha saya,” jelas Defria.

Setidaknya terdapat empat orang buruh jahit yang kini ikut membantu usahanya. Sebelum itu, Defria juga banyak memberdayakan masyarakat sekitar dalam menjalankan bisnisnya. Terutama kalangan hawa atau ibu-ibu. “Kami pekerjakan seorang pria dan 3 ibu rumah tangga untuk ikut bantu perekonomiannya. Sampai-sampai mereka bawa anak saat bekerja,” imbuh Defria.

Meski berfokus pada penjualan pakaian dan sepatu bayi, sejak saat itu Defria mulai mengekspansi usahanya. Dengan bantuan pekerja tambahan itu, ia mulai membuat beberapa produk yang berfungsi sebagai alat pelindung diri (APD). Seperti masker dan jaket dengan ciri khas budaya Indonesia. ”Kami buat jaket dan masker dengan motif otentik dari Indonesia,” jelas Defria.

Benar saja, kreativitasnya itu tidak sia-sia. APD produksinya tidak hanya diminati pelanggan dalam negeri, melainkan juga menarik minat pembeli mancanegara. Setidaknya pembeli dari Kuala Lumpur, Dubai, Jerman, Korea Selatan, dan Australia tercatat pernah menjadi customernya. Hal itu menambah semangatnya agar produknya bisa makin di kenal terutama di luar negeri.

BERITA TERKAIT

Implementasi RCEP Peluang Bagi Industri

NERACA Jakarta - Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional dinilai akan memberikan beberapa akses pasar baru bagi…

Kemendagri Gandeng Pertamina Sosialisasi Pertashop

NERACA Banten - Mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melalui…

SNI Masker Kain Bersifat Sukarela

Jakarta - Belakangan muncul kekhawatiran, khususnya di kalangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM), terhadap isu yang beredar mengenai kewajiban…

BERITA LAINNYA DI Industri

Implementasi RCEP Peluang Bagi Industri

NERACA Jakarta - Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional dinilai akan memberikan beberapa akses pasar baru bagi…

Kemendagri Gandeng Pertamina Sosialisasi Pertashop

NERACA Banten - Mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melalui…

SNI Masker Kain Bersifat Sukarela

Jakarta - Belakangan muncul kekhawatiran, khususnya di kalangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM), terhadap isu yang beredar mengenai kewajiban…