PDB Pertanian Naik, Sudah Waktunya Mengembangkan Pertanian

Jakarta - Indonesia sudah saatnya fokus pada pengembangan sektor pertanian. Bahkan Indonesia memiliki SDM dan SDA yang komparative dan kompetitive, terutama di komoditas pertanian. Apalagi Indonesia juga berada di wilayah katulustiwa dengan sinar matahari ideal di sepanjang tahun. Kondisi ini sangat strategis untuk dimanfaatkan pada sektor pertanian.

NERACA

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto mengakui bahwa Dari dulu Indonesia selalu disebut sebagai negara agraris-maritim. Kalaupun mau menjadi negara industri, harus industri pertanian atau agro industri. Lebih baik ndustri lain dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian. Sektor jasa dan telekomunikasi serta industri 4.0 juga diarahkan untuk pertanian dan agro industri.

Karena itu, infrastruktur yang sudah ada harus diarahakan juga untuk membangun infrastruktur pertanian dan perdesaan. Supaya sektor pertanian bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga memberikan substansi bagi perekonomian Indonesia.

"Tanah kita sangat subur. Laut kita luas. Segala usaha harusnya dapat membuat Indonesia menjadi negara maju dengan basis pertanian modern," terang Riyanto.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan  secara year on year (yoy) turun 5,32 persen. PDB pertanian tumbuh 16,24% pada triwulan-II 2020 (q to q) dan bahkan secara y0y, sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19%.

Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44 persen  dan pengadaan air 1,28 persen.  Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19 persen yoy pada kuartal II/2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23 persen.

“Peningkatan sektor pertanian dipicu lantaran tanaman pangan mengalami pertumbuhan yang mengakibatkan puncak panen padi terjadi pada Triwulan II 2020,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Jadi, musim panen raya yang bisa jatuh pada Februari-Maret, tahun ini bergeser ke bulan Maret-April. Panen juga terus terjadi pada bulan Mei dan Juni yang masuk dalam termin kuartal II 2020. "Kehutanan dan penebangan kayu juga didorong oleh peningkatan kerja sektor hulu kehutanan untuk produksi kayu bulat hutan tanaman industri,"  tambah Suhariyanto.

Perkebunan Penyangga Pertanian

Di samping itu, kata Suhariyanto, tanaman perkebunan juga mengalami pertumbuhan positif. Ini karena subsektor tersebut didorong oleh peningkatan produksi kelapa sawit, kopi, dan tebu dibeberapa sentra produksi. Kemudian ada juga beberapa peningkatan permintaan luar negeri untuk komoditas olahan kelapa sawit (CPO).

"Dari lima besar penyumbang ekonomi terbesar memang hanya sektor pertanian yang masih mencatat pertumbuhan. Sedangkan sektor industri, perdagangan, konstruksi dan pertambangan semuanya mengalami pertumbuhan negatif," kata Suhariyanto.

Suhariyanto berharap, ke depan sektor lainnya mampu mengikuti jejak sektor pertanian yang tumbuh positif di tengah kondisi seperti saat ini.

Sebelumnya, PDB perkebunan 2014-2018 sebesar Rp 2.192,9 triliun. Angka sementara, PDB sektor pertanian pada triwulan satu 2019 mencapai Rp 3,7 triliun, dimana tanaman perkebunan menyumbang Rp 106,95 miliar. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah dan lainnya.

Melihat hal tersebut, maka perkebunan harus lebih diperkuat lagi agar PDB yang disumbangkan dari perkebunan bisa lebih besar lagi diantaranya dengan kemitraan antara perusahaan dengan petani atau pekebun mandiri. Ini perlu dilakukan karena secara umum luas perkebunan masih didominasi oleh perkebunan rakyat, artinya perkebunan milk perusahaan wajib melakukan kemitraan dengan perkebunan milik rakyat.

“Hanya dengan kemitraanlah perkebunan bisa terangkat mengingat luas perkebunan di Indonesia mayoritas dikuasai oleh rakyat,” ungkap Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Bio Industri, Bambang.

Dari informasi Kementerian Perdagangan, terdapat 5 negara tujuan pasar minyak sawit asal Indonesia, yakni China dengan nilai pasar sekitar US$ 3,1 miliar, lantas disusul India mencapai US$ 2,3 miliar, Pakistan sekitar US$ 1,17 miliar, Malaysia mencapai US$ 820,9 juta dan Bangladesh sejumlah US$ 710,8 juta.

Kemudian contoh lainnya yakni kakao. Dari catatan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian bahwa tahun 2018 bahwa nilai ekspornya juga sedikit mengalami peningkatan dari US$ 1.12 juta pada tahun 2017 menjadi US$ 1,25 juta di tahun 2018 (Ditjenbun 2019).

Bahkan meskipun ekspornya tidak kecil tapi sebagian besar atau sekitar 97 persennya adalah perkebunan rakyat dan hanya 3 persen saja yang dikembangkan oleh perusahaan besar swasta dan nasional.

“Ini artinya komoditas kakao memiliki peran strategis yang sangat penting, bukan hanya sebagai penyumbang ekspor tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian utama lebih dari 2 juta keluarga petani dan sumber bahan baku indurtri,” jelas Bambang.

Sehingga, kata Bambang upaya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu kakao bisa dilakukan melalui gerakan intensifikasi, peremajaan dan pengembangan kakao sebagai tanaman tumpang sari dibawah tanaman perkebunan lainnya. Diantaranya kelapa dan karet serta perluasan di areal perhutanan sosial.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Perdagangan, Benny Soetrisno dalam sebuah webinar  mengatakan, harus diakui bahwa sektor pertanian adalah basis penting yang secara kongkrit berhasil menyumbang kontribusi besar, salah satunya perkebunan yang sudah terbukti sebagai penyumbang devisa terbesar.

“Dari mulai timur sampai barat kita memiliki kopi, Sulawesi Selatan produksi utamanya coklat. Selain itu merica di belitung dan bangka jadi suplai merica dunia. Jadi pertanian kita ini sangat unggul sekali,” ujar Benny.

BERITA TERKAIT

IKM Butuh Terobosan untuk Mendongkrak Produktivitas

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk dapat…

Perluas Akses Energi, Pertamina Tambah 6 Pertashop di Kabupaten Bekasi dan Purwasuka

NERACA Bekasi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III terus memperluas akses energi untuk masyarakat desa di wilayah…

Pemerintah Perkuat Industri Bahan Baku Obat

NERACA Cilacap – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong kemandirian industri farmasi di tanah air karena…

BERITA LAINNYA DI Industri

IKM Butuh Terobosan untuk Mendongkrak Produktivitas

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk dapat…

Perluas Akses Energi, Pertamina Tambah 6 Pertashop di Kabupaten Bekasi dan Purwasuka

NERACA Bekasi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III terus memperluas akses energi untuk masyarakat desa di wilayah…

Pemerintah Perkuat Industri Bahan Baku Obat

NERACA Cilacap – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong kemandirian industri farmasi di tanah air karena…