Industri Manufaktur Jadi Andalan Sektor Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta - Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang diandalkan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional setelah tertekan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah fokus merancang berbagai stimulus yang dapat menggairahkan iklim usaha di tanah air.

NERACA

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19, sektor industri tetap menjadi kontributor terbesar untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 19,98 persen.

Sejak awal krisis dampak dari wabah virus Korona, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk memastikan sektor industri bisa terus beroperasi karena merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Kontribusi sektor industri itu juga terlihat dari capaian nilai tambah sebesar Rp700,51 triliun dan telah mempekerjakan sebanyak 18,5 juta pekerja.

“Untuk itu, Kemenperin menerbitkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) untuk mengamankan kelangsungan bisnis sektor industri, namun tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” terang Agus.

Menurut Agus, guna menggeliatkan kembali sektor industri, pemerintah semakin berusaha keras dengan meluncurkan berbagai kebijakan yang probisnis. Salah satu kebijakan strategis itu adalah penerbitan surat edaran yang mendorong pabrik dan fasilitas manufaktur dapat beroperasi dengan aman selama penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

“Baik perusahaan industri dalam negeri dan asing, dalam hitungan jam, telah memperoleh IOMKI yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan operasi,” tutur Agus.

Hingga saat ini, kata Agus, Kemenperin telah mengeluarkan sebanyak 17,5 ribu izin tersebut, yang mewakili total tenaga kerja hingga 4,9 juta orang.

 Tidak hanya menyasar kepada sektor industri skala besar saja, Kemenperin juga memberikan perhatian lebih kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) agar tetap menjalankan usahanya di tengah kondisi sulit saat ini. Misalnya, mulai dari pelaksanaan program pelatihan hingga pemberian alat produksi.

“Hasilnya, beberapa pelaku IKM dapat beralih memproduksi kebutuhan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, maupun kacamata pelindung. Ini juga agar mereka dapat berkontribusi dalam menyediakan permintaan global,” imbuh Agus.

Kemudian, Agus mengatakan, melalui pelatihan yang diberikan IKM juga dapat memanfaatkan  platform digital agar bisa melakukan penjualan secara online, yang sejalan dengan persiapan memasuki era industri 4.0. Secara paralel, pemerintah juga memberikan berbagai kebijakan fiskal dan non-fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri manufaktur maupun calon investor baru.

“Kami memberikan stimulus untuk industri yang terkena dampak pandemi dalam bentuk relaksasi pajak impor, pajak penghasilan, restitusi pajak pertambahan nilai, serta tunjangan pajak penghasilan untuk masing-masing perusahaan,” sebut Agus.

Selain itu, Agus juga mengatakan, pemerintah menawarkan fasilitas pajak potongan super hingga 300% untuk perusahaan yang mengembangkan kegiatan litbang dan mendapat potongan pajak hingga 200% bagi perusahaan yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menperin optimistis, beragam stimulus tersebut akan mengerek ekonomi nasional secara bertahap dan diharapkan mulai pulih pada kuartal ketiga tahun ini.

“Implementasi kebijakan fiskal dan nonfiskal itu untuk membantu aliran dana (cash flow) perusahaan, termasuk super deductible tax bagi perusahaan yang berinvestasi di bidang R&D dan pelatihan vokasi,” tutur Agus.

Sehingga, kata Agus, dalam menjaga sektor industri agar mampu melakukan rebound pihaknya telah mengusulkan berbagai stimulus tambahan. Diantaranya pengurangan biaya energi listrik dan gas agar lebih proporsional, mengusulkan fleksibilitas dalam pembiayaan bagi industri manufaktur, serta mendorong substitusi impor. “Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah,” jelas Agus.

Semangat Pelaku Industri 

Disisi lain, Agus mengakui bahwa pelaku industri di dalam negeri masih punya semangat untuk menghadapi tantangan yang timbul dari pandemi Covid-19 dan gejolak perekonomian global.

“Ini terlihat dari sektor industri yang akan mewujudkan kemandirian Indonesia dalam menanggulangi penyakit seperti industri peralatan medis dan barang habis pakai (medical devices and consumables),” ujar Agus.

Sebelumnya, Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa Kemenperin selaku pembina industri selalu mendukung, komunikatif dan sangat membantu para pelaku industri selama terjadi pamdemi Covid-19. "Di saat-saat seperti ini, kehadiran negara sangat tepat bagi kita semua, semoga kerjasama ini bisa memberikan asas manfaat untuk masyarakat Indonesia," jelas Rosan.

Sekedar catatan, pada  2019, ekspor sektor industri mencapai 126,57 miliar dolar AS, menyumbang 75,5% dari total ekspor Indonesia. Sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor tersebut antara lain industri makanan (21,46%), logam dasar (13,72%), bahan kimia dan barang dari bahan kimia (10%), industri pakaian (6,56%) serta industri kertas dan barang dari kertas (5,74%).

BERITA TERKAIT

5 Strategi Usaha UMKM Perikanan

NERACA Jakarta – Ditengah-tengah menjalani Work from Home dan pembatasan sosial berskala besar maka tidak sedikit yang membuka usaha mikro…

Mengangkat Potensi Slag Nikel Jadi Bahan Baku Industri

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustri melalui unit litbangnya berupaya untuk mencari solusi terbaik dalam penanganan slag nikel agar bisa dimanfaatkan sebagai…

PDB KUMKM Siap Perkuat Serta Pulihkan Koperasi dan UMKM

Jakarta – Berbagai cara terus dilakukan oleh pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, diantaranya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…

BERITA LAINNYA DI Industri

5 Strategi Usaha UMKM Perikanan

NERACA Jakarta – Ditengah-tengah menjalani Work from Home dan pembatasan sosial berskala besar maka tidak sedikit yang membuka usaha mikro…

Mengangkat Potensi Slag Nikel Jadi Bahan Baku Industri

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustri melalui unit litbangnya berupaya untuk mencari solusi terbaik dalam penanganan slag nikel agar bisa dimanfaatkan sebagai…

PDB KUMKM Siap Perkuat Serta Pulihkan Koperasi dan UMKM

Jakarta – Berbagai cara terus dilakukan oleh pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, diantaranya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…