Harga Bawang Putih Meroket, Stok 70 Ribu Ton Sampai Maret

NERACA

Jakarta – Tidak ada usaha yang sia-sia, tapi jika tidak berusaha bagaimana bisa? Hal itu berlaku pada komoditas bawang putih.

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nurhamidah, tidak akan bisa mencapai swasembada bawang putih jika tidak ada usaha, dalam hal ini menambah luas areal tanam dan meningkatkan produktivitas.

Seperti diketahui, menurut catatan Direktorat Jenderal Hortikultutra (Ditjen Horti) dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), bahwa stok bawang putih yang ada saat ini hanya mampu bertahan hingga akhir bulan Maret 2020. Hal ini lantaran stok bawang putih yang ada saat ini hanya tinggal 70 ribu ton.

Artinya jika di akhir Desember 2019 Kementan mencatat bahwa sisa stok bawang putih  hanya mencapai 133,12 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 600 ribu ton per tahun maka keseluruhan, penanaman bawang putih di dalam negeri hanya menutupi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 5 persen, dan selebihnya berasal dari impor.

Masih menurut perhitungan Kementan, jika ingin swasembada maka diperlukan tambahan luas tanam seekitar 60 ribu hektar dengan produktivitas 10 ton per hektar.

Melihat catatan Kementan maka bagaimana bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dari hasil petani jika luas areal tanam kurang ditambah rendahnya produktivitas. “Jadi kalau bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 500.000 ton, maka sekurang-kurangnya luas areal bawang putih mencapai 50.000 ha,” kata Luluk di Jakarta, belum lama ini.

Sehingga, Luluk melihat jika luas areal pengembangan hanya sekitar 5.453 hektar dengan anggaran sekitar Rp 220 miliar, maka bagaimana bisa? “Bagaimana mengejar ketertinggalan itu sekitar 50.000 hektar tanpa diiringi dengan kecepatan tanam dan peningkatan produktivitas,” ujar Luluk.

Melihat faktar tersebut, Luluk menegaskan, sebaiknya Kementan membuat perencanaan yang terukur dan logis. “Sehingga kita sama-sama bisa memastikan dari sisi anggaran dan ketersediaan luasannya dimungkinkan atau tidak,” himbau Luluk kepada Kementan.

Alhasil, seperti diketahui bahwa saat ini harga bawang putih meroket tinggi dikarenakan kurangnya stok didalam negeri yang masih mengandalkan impor.  Terbukti, berdasarkan catatan Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), vahwa harga bawang putih sampai hari Senin (10/2) sudah mencapai Rp 55.300 per kilogram.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Prihasto mengakui, tingginya harga karena pasokan bawang putih yang menipis. Diharapkan harga bawang putih bisa kembali stabil setelah impor bisa direalisasikan.

Benar saat ini masih terdapat stok bawang putih sebanyak 70.000 ton, yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan hingga Maret. Nantinya, rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) yang diberikan pun untuk memenuhi kebutuhan bawang putih beberapa bulan berikutnya.

"Terakhir stok kurang lebih 70.000 ton, sampai Maret nanti sebetulnya stok itu cukup, tetapi kita buka lagi untuk mengantisipasi 2-3 bulan ke depan," kilah Prihasto.

Sebab, Prihasto menjelaskan kebutuhan bawang putih nasional sekitar 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan, dimana kemampuan produksi dalam negeri hanya sekitar 85.000 ton.

Begitu juga dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengakui bahwa stok bawang putih secara nasional hanya mencukupi hingga akhir Maret tahun ini. Impor sudah pasti akan dilakukan untuk kembali mempertebal stok. "Setelah itu pasti ada lagi impor," terang Agung.

Sekedar catatan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, (BPS) impor bawang putih pada 2019 mencapai 465 ribu ton atau setara US$ 529,96 juta. groho/rin

 

BERITA TERKAIT

BPK Soroti Perbedaan Asumsi Makro 2019

Jakarta-Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti rendahnya pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) dari target APBN…

Pajak Anjlok 12%, Masyarakat Diminta Patuh Bayar Pajak

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak masyarakat Indonesia untuk patuh dan taat dalam membayar pajak…

Kepala BKPM: Covid-19 Berdampak Ekonomi TSM

Jakarta-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 selayaknya dikenal istilah TSM dalam pemilu,…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

BPK Soroti Perbedaan Asumsi Makro 2019

Jakarta-Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti rendahnya pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) dari target APBN…

Pajak Anjlok 12%, Masyarakat Diminta Patuh Bayar Pajak

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak masyarakat Indonesia untuk patuh dan taat dalam membayar pajak…

Kepala BKPM: Covid-19 Berdampak Ekonomi TSM

Jakarta-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 selayaknya dikenal istilah TSM dalam pemilu,…