Sebaiknya Kenali Gejala dan Tanda-tanda Awal DBD

Musim hujan merupakan salah satu waktu mewabahnya demam berdarah dengue (DBD). Berbeda dengan demam panas biasa, DBD ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Kenali gejala dan tanda-tanda awal DBD agar tak salah membedakan dengan panas demam biasa.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya sekitar 400 juta orang terinfeksi dengue. Sekitar 100 juta orang sakit karena infeksi dan 22 ribu diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala dan tanda pada orang yang sakit dapat beragam mulai dari ringan hingga berat. Gejala DBD berat merupakan keadaan gawat darurat medis karena dapat mengancam jiwa hanya dalam beberapa jam saja. Berikut gejala dan tanda-tanda awal DBD:- demam panas, muah, muntah, muncul bintik-bintik merah, nyeri, sakit pada mata, otot, sendi, dan tulang, sakit kepala

Gejala dan tanda-tanda awal DBD ini umumnya berlangsung selama 2-7 hari. Gejala ini dapat diobati dengan pengobatan dari dokter. Gejala dan tanda awal ini dapat berkembang menjadi DBD berat dengan sejumlah tanda. Tanda peringatan ini biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam turun. Berikut gejala dan tanda DBD parah: sakit perutm, muntah setidaknya 3x dalam 24 jam, pendarahan dari hidung atau gusi, muntah darah atau darah di tinja. merasa lelah dan gelisah. Kondisi DBD ini mesti ditangani segera dan memerlukan perhatian medis di rumah sakit.

Sebelumnya,  Indonesia sudah memasuki musim hujan, oleh karenanya waspadalah akan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Beberapa waktu lalu seorang warga Purwakarta, Jawa Barat, meninggal akibat DBD. Menurut Menkes Terawan Agus Putranto hal ini  perlu dilihat sebagai peringatan."Untuk DBD di Purwakarta sudah alarm warning buat kita, sudah ditindaklanjuti langsung oleh dinas kesehatan atas rekomendasi-rekomendasi dari Kemenkes," ucap Terawan.

DBD dikenali karena ciri bintik merah pada pasien. Namun bintik atau ruam merah pada pasien DBD bakal berbeda dengan bintik merah biasa akibat gigitan nyamuk.

Penyebab

Bintik atau ruam merah pada pasien demam berdarah (petechie) timbul akibat kerusakan kapiler pembuluh darah. Menghimpun informasi dari beberapa sumber, saat kapiler pembuluh darah rusak, darah merembes keluar dari pembuluh darah ke kulit sehingga tampak bintik dan ruam merah. Mengutip Hello Sehat, gejala bintik. merah DBD ini akan muncul dengan diawali panas tinggi atau demam mendadak. Pecahnya pembuluh kapiler ini juga memungkinkan menyebabkan perdarahan ringan pada membran mukus mulut dan hidung yang berakibat pada mimisan.

Waktu

Biasanya bintik merah akan timbul pada hari ketiga dan berlangsung selama 2-3 hari berikutnya. Bintik atau ruam akan timbul pada daerah muka, leher dan dada. Bintik merah akan berkurang pada hari keempat dan kelima lalu hilang pada hari keenam. Berbeda dengan campak yang justru bertambah banyak ketika masuk hari keenam.

Berbeda dengan bintik lainnya, bintik merah karena demam berdarah tak akan memudar warnanya atau menghilang saat kulit direnggangkan. Jika bintik merah ini adalah bintik merah biasa maka ketika kulit direnggangkan maka akan menghilang.

Gejala awal

Bintik merah tidak timbul begitu saja. Pada DBD, sering diawali dengan gejala awal berupa panas tinggi secara mendadak. Setelah bintik merah timbul kemudian diikuti gejala lain misalnya kejadian syok yang diperparah dengan kondisi kekurangan cairan.

Fase syok ini merupakan fase kritis. Hal ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan). Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan penyebab kematian penderita DBD.

 

BERITA TERKAIT

Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara: ISPA hingga Kanker

Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara terpolusi di dunia. Laporan teranyar dari Air Quality Life Index (AQLI) menemukan, polusi…

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional, Lokasi Rawan Corona

Pasar, jadi salah satu lokasi yang menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 rawan penularan atau menjadi klaster penularan virus corona. Selain…

Aturan Melahirkan di Masa Pandemi Covid-19 dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan penanganan melahirkan di rumah sakit. Aturan melahirkan di masa pandemi virus corona ini dibuat untuk mencegah…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara: ISPA hingga Kanker

Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara terpolusi di dunia. Laporan teranyar dari Air Quality Life Index (AQLI) menemukan, polusi…

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional, Lokasi Rawan Corona

Pasar, jadi salah satu lokasi yang menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 rawan penularan atau menjadi klaster penularan virus corona. Selain…

Aturan Melahirkan di Masa Pandemi Covid-19 dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan penanganan melahirkan di rumah sakit. Aturan melahirkan di masa pandemi virus corona ini dibuat untuk mencegah…