Laba Bersih Fajar Surya Terkoreksi 31,1%

NERACA

Jakarta - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan laba bersih untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp968,83 miliar atau turun 31,1% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,405 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan penjualan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp8,26 triliun atau naik 16,81% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp9,93 triliun. Sedangkan, beban pokok penjualan Rp6,45 triliun atau turun 6,65% dibanding tahun lalu sebesar Rp6,919 triliun. Lainnya, pada catatan ekuitas tertulis Rp4,62 triliun atau naik 9,57% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp4,28 triliun. 

Sementara kewajiban perseroan tercatat senilai Rp6,059 triliun atau mengalami penyusutan 9,29% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp6,67 triliun.  Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp10,75 triliun atau turun 1,82% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp10,95 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan memilih untuk memasang target konservatif.

Sekretaris Perusahaan PT Fajar Surya Wisesa Tbk, Marcos Hardy pernah bilang, penjualan ditargetkan paling sedikit mencapai Rp 8 triliun dengan net profit margin di kisaran 12%-13%, sama dengan proyeksi top line dan bottom line tahun ini. Kendati demikian, Marcos menegaskan realisasi penjualan di sepanjang tahun 2020 bisa saja melampaui target yang sudah dipasang. Pasalnya, perseroan tengah melakukan upaya rekondisi atau refurbishment terhadap pabrik di Jawa Timur.

Harapannya, pabrik berkapasitas 300.000 ton yang baru saja diakuisisi oleh FASW pada tahun 2018 tersebut akan mampu mengerek kinerja penjualan perseroan apabila bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2020 nanti. Adapun proses refurbishment telah dilakukan sejak prosesi akuisisi rampung dilakukan di awal tahun 2019. “Masih ada satu mesin yang masih menunggu untuk masuk sampai tahun depan, masih proses,” ujar Marcos.

Keseluruhan proses refurbishment tersebut diperkirakan akan menelan anggaran hingga US$ 50 juta hingga proyek tersebut rampung pada pertengahan tahun depan nanti. Selagi upaya tersebut dilakukan, seluruh kegiatan produksi masih dilakukan dengan mengandalkan pabrik perseroan yang berlokasi di Cikarang Barat. Dimana pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 1,3 juta ton per tahun.

Selain itu, bergabungnya FASW dengan anak usaha SCG Packaging Public Company Limited, SCGP Solutions pada Juni 2019 silam juga diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja FASW. Marco mencatat setidaknya terdapat dua manfaat utama yang dihasilkan dari penggabungan tersebut. Pertama, dari sisi jaringan penjualan, bergabungnya FASW dengan SCGP berpotensi mengerek penjualan FASW. Pasalnya, SCGP memiliki anak perusahaan baik di Indonesia maupun di luar Indonesia yang merupakan produsen boks.

Kedua, dari sisi procurement atau perolehan bahan baku, penggabungan FASW dengan SCGP solutions berpotensi membantu keduanya untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih baik. Pasalnya, penggabungan ini membuat skala operasi keduanya menjadi lebih besar dari sebelumnya. Hal ini ada gilirannya membuat keduanya memiliki daya tawar yang lebih kuat atas pemasok bahan baku untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih baik. (bani)

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…