Deal, RI " UEA Lakukan Kerjasama

NERACA

Abu Dhabi – Setelah melakukan lobi akhirnya, terjadi kesepakatan (deal) atas kerjasama antara Republik Indonesia (RI) dengan Uni Emirat Arab (UEA) dengan 16 kerja sama terbagi 5 kerja sama antara pemerintah dan 11 kerja sama antara pelaku usaha disebut sebagai deal terbesar dalam sejarah Indonesia.

Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas 5 perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.


Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar 22,89 miliar dolar AS atau sekitar Ro314,9 triliun.

“ini istilahnya Presiden kepada Putra Mahkota adalah satu deal terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di Timur Tengah yakni UEA,” kata di Emirates Palace Hotel Abu Dhabi, mengutip ANTARA

Selain kerja sama ekonomi, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat, dan penuh toleran. “Kalau teknis mengenai jumlah investasi tadi banyak BUMN mengenai chemical dan sebagainya (terlibat),” kata Luhut.

Untuk itu ia bersama Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Menteri Luar Negeri LP Marsudi serta pihak lain terus bekerja secara koordinatif dalam merealisasikan kerja sama secara konkret antara dua negara.

“Saya ditunjuk Presiden (untuk mengetuai tim kerja sama) tapi sebetulnya ini pekerjaan ramai-ramai, jadi berhasil pun ini sebetulnya ini adalah kerja sama tim yang bisa menyelesaikan to be precise hanya waktu 7 bulan,” kata Erick.

Sebab, sebelumnya Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Banun Harpini menerangkan bahwa berbagai komoditas pertanian dapat kita ekspor ke negara Arab Saudi salah satunya adalah beras. Saat ini Arab Saudi juga masih mengimpor kebutuhan berasnya dari Thailand, India dan Amerika.

“Kita akan mengekspor beras ke Arab Saudi, paling tidak beras yang kita akan ekspor bisa digunakan untuk kebutuhan makan para jamaah haji dan umrah kita disana,” jelas Banun.

Lebih lanjut Banun mengatakan bahwa produk ayam beku juga akan ditawarkan untuk diekspor ke Arab Saudi mengingat sumber ayam impor Arab Saudi yang berasal dari negara Brazil mengandung salmonella, sehingga ayam beku tersebut sementara tidak masuk lagi.

“Untuk itu nantinya Indonesia bisa menggantikan pasar ayam beku untuk Arab Saudi, “ ungkap Banun

Salah satu diantaranya Banun mencontohkan untuk produk hortikultura bahwa Indonesia memiliki produk yang potensial untuk di ekspor ke negara Arab, seperti pisang cavendish dan juga Nanas yang memang telah beberapa kali kita ekspor ke berbagai negara.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi, H.E. Mr. Essam bin Abed Al-Thaqafi menyatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Kementan terkait apa saja produk pertanian Indonesia yang dapat diekspor ke Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut Duta Besar Arab juga menyampaikan bahwa akan segera dilaksanakan MoU antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Arab Saudi dalam waktu dekat ini.

“Melalui pertemuan ini kami mengundang Menteri Pertanian dan jajaranya untuk dapat berkunjung langsung ke negara kami ( Arab Saudi) guna membahas lebih lanjut terkait peningkatan hubungan kerjasama ini,“ jelas Mr. Essam.

Selain itu, menurut Mr. Essam ada beberapa hal yang nantinya akan dibahas dalam kerjasama MoU tersebut khususnya yang terkait langsung dengan bidang pertanian, seperti mengadakan pelatihan bagi para petani maupun rencana ekspor produk pertanian termasuk alat mesin pertanian yang memang dibutuhkan oleh pasar Arab Saudi.

“Kepada Menteri Pertanian Indonesia kami meminta untuk dapat menyampaikan draft MoU yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya, “ terang Mr. Essam.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo pun telah mendorong berbagai komoditas yang ada di Indonesia sehingga bisa dikenal dan dinikmati oleh negara luar.

"Ini telah membuktikan ekspor kita memiliki ruang yang cukup bagus untuk menjadi bagian yang mengenergi ekonomi kita dan memfasilitasi berbagai komoditi yang kita miliki," ujar  Syahrul.

Tidak hanya itu, Syahrul berkomitmen berkomitmen mendorong seluruh eksportir (pertanian) agar bisa berakselerasi lebih tinggi lagi dalam melakukan ekspor komoditas pertanian. "Saya berkomitmen mendorong seluruh eksportir kita bisa akselerasi lebih tinggi," sambung Syahrul.

Namun, Syahrul mengatakan, Bapak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa di tengah memasuki era kompetisi antarnegara yang semakin sengit.  Artinya saat ini tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi.

Saya mengajak para pelaku usaha untuk memberi masukan agar kita mampu menggenjot ekspor, mencapai target kita bersama," tegas Syahrul.

 

 

BERITA TERKAIT

Pakar: IPO Subholding Pertamina Sesuai Amanah Konstitusi

Jakarta-Rencana initial public offering (IPO) subholding Pertamina dinilai sudah sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945, terutama Pasal 33, sebab tujuan…

Petani Tembakau Menunggu Kepastian Serapan Pabrikan

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tembakau masih menjadi tumpuan harapan dan impian para petani yang sedang…

Permendag Nomor 51 Tahun 2020 Diharapkan Meningkatkan Pengawasan Post Border

Jakarta - Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru. Kali ini Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pemeriksaan dan Pengawasan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pakar: IPO Subholding Pertamina Sesuai Amanah Konstitusi

Jakarta-Rencana initial public offering (IPO) subholding Pertamina dinilai sudah sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945, terutama Pasal 33, sebab tujuan…

Petani Tembakau Menunggu Kepastian Serapan Pabrikan

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tembakau masih menjadi tumpuan harapan dan impian para petani yang sedang…

Permendag Nomor 51 Tahun 2020 Diharapkan Meningkatkan Pengawasan Post Border

Jakarta - Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru. Kali ini Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pemeriksaan dan Pengawasan…