Simac Dorong Gerakan Santri Usahawan Digital - Gandeng Telkomsel

Perkembangan industri 4.0 yang serba digital, perlu juga direspon oleh para santri. Santri Milenial dan pondok pesantren harus mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) demi kemajuan bangsa. Kehadiran aplikasi Kopi Abah menjadi salah satu solusi digital santri usahawan.

Wakil Presiden terpilih, Ma’ruf Amin mengatakan, tantangan Indonesia ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan segala potensi yang dimiliki tentu perlu ada program yang memiliki target untuk peningkatan soft skill SDM dan salah satu sasaran yang memiliki potensi besar adalah santri.

Data Kementerian Agama menyebutkan, hingga tahun 2016 jumlah santri 4.290.626. Apabila sebagian jumlah santri tersebut telah lulus di tahun 2019, maka jumlah SDM lulusan pesantren menjadi sebuah potensi yang perlu dikembangkan.“Beranjak dari persoalan tersebut santri harus mengambil tanggungjawab dalam bagian perubahan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat Indonesia. Peran santri dalam pembangunan ekonomi harus dikelola dengan baik”, kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (09/10)

Menurutnya, hadirnya SIMAC (Santri Millenial Center) yang menggagas program gerakan santri usahawan (GUS IWAN) ini adalah wujud nyata dari peran santri dalam penguatan ekonomi umat. GUS IWAN biasa disebut juga santri bagus, pinter ngaji, dan usahawan’. Sementara Direktur Utama SIMAC, Nur Rahman menambahkan, keberadaan GUS IWAN harus menjadi gerakan bersama bagi para santri untuk menjadi usahawan (santripreneur).

Disampaikannya, gerakan bersama berarti harus bersinergi dan kolaborasi satu sama lain, salah satunya mengendeng PT.Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).“Untuk menjadikan santri milenial sebagai salah satu tenaga penggerak ekonomi digital di Indonesia. Para santri milenial bisa memanfaatkan teknologi digital Telkomsel dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis seperti usaha yang telah dirintis saat ini yakni Kopi Abah, produk UMKM dari SIMAC lainnya,”ujar Nur Rahman.

Kata Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini, pihaknya selalu berupaya untuk mendorong kesiapan Indonesia untuk dapat menjadi negara digital secara menyeluruh dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.“Peran milenial sebagai generasi muda yang mampu menciptakan karya dan inovasi nyata tentunya tidak boleh dilepaskan. Untuk itu, Telkomsel bersama SIMAC berkolaborasi dalam menjadikan santri milenial sebagai sumber daya manusia yang terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui perwujudan ekosistem digital yang berkesinambungan,”tuturnya.

Kolaborasi antara Telkomsel dan LinkAja dengan Simac juga ditandai oleh peluncuran aplikasi Kopi Abah, sebuah produk UKM berbasis gerakan milenial yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

BERITA TERKAIT

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Chiefy Adi Jabat Dirut Baru Jasa Armada

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan…

BNI Sekuritas Bidik IPO Anak Usaha BUMN

Meskipun tahun ini tidak membawa anak usaha BUMN go public, namun PT BNI Sekuritas tengah menjajaki mandat underwriting penawaran umum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…