Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia - DAMPAK SERANGAN DRONE KE KILANG ARAB

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mempengaruhi produksinya. "Yang harus kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah-panjang yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (17/9).

Pemerintah, kata Sri Mulyani, harus mewaspadai itu karena kenaikan harga minyak dunia diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi global yang beberapa bulan terakhir terjadi. Apalagi, lanjut dia, Arab Saudi merupakan negara eksportir minyak terbesar dunia dengan cadangan minyak yang melimpah sehingga dampak serangan yang memotong produksi itu juga diprediksi mempengaruhi pasokan dunia.

Meski demikian, Sri Mulyani mengaku akan mencermati situasi, termasuk menantikan respons dari Arab Saudi dan negara lain seperti Amerika Serikat dan Iran. "Yang pasti akan mempengaruhi tidak hanya sentimen, tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan misalnya. Jadi itu yang akan menjadi fokus kami," ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan terkait dalam negeri, asumsi harga minyak mentah Indonesia lebih rendah yakni sebesar 63 dolar AS per barel dalam postur sementara RAPBN 2020. "Kalau koreksi sifatnya jangka pendek, mungkin masih akan bisa diserap," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, harga minyak melonjak di perdagangan Asia pada Senin (16/9) pagi, mencapai level tertinggi sejak Mei pada pembukaan. Naiknya harga minyak itu terjadi menyusul kekhawatiran gangguan pasokan imbas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9). Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 7,06 dolar AS per barel atau 11,7 persen dari penutupan New York pada Jumat (13/9/2019) menjadi 67,28 dolar AS per barel pada pukul 01.08 GMT (08.08 WIB).

Harga tersebut melonjak lebih dari 19 persen ke level tertinggi sesi 71,95 dolar AS per barel pada pembukaan. Sedangkan harga patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melompat 5,76 dolar AS per barel atau 10,5 persen menjadi diperdagangkan sebesar 60,60 dolar AS per barel. Harga itu juga melonjak lebih dari 15 persen ke level tertinggi sesi yakni 63,34 dolar AS per barel.

Menurut Pengamat Energi dari Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara, serangan drone terhadap kilang minyak Arab Saudi akan berdampak pada harga minyak mentah dunia. Sebab, Arab Saudi harus kehilangan separuh persediaan minyak mentahnya. “Tidak hanya di Indonesia secara umum kan ke dunia. Seberapa besar itu produksinya si Aramco per hari dan mempengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM) terutama," kata Marwan.

Marwan mengatakan dengan berkurangnya pasokan minyak mentah, maka membuat harga minyak dunia bakal melonjak. Mau tidak mau hal ini kemudian berimbas pada kenaikan BBM tak terkecuali di Indonesia. "Sebetulnya harga minyak itu kan sekarang sekitar di USD 50 per barel. Tapi dengan kondisi sekarang dan subsidi energi (di Indonesia) dikurang-kurangi potensi cukup naik bisa saja terjadi," kata dia.

Kendati begitu, Marwan belum berani memprediksi kapan kenaikan yang bakal terjadi pada BBM tersebut. Hanya saja dia memperkirakan kenaikan tersebut bisa terealisasi usai Pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi pada Oktober mendatang. "Dulu harga minyak pernah di USD 60 per barel. Tapi BBM-nya karena mau pemilu tidak dinaikan. Mungkin setelah Jokowi dilantik siapa menterinya baru akan terlihat kenaikannya kan tinggal sebulan ini," tandasnya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong badan usaha di bidang minyak dan gas bumi (migas) untuk melakukan antisipasi atas kejadian serangan pesawat nirawak atau drone terhadap kilang minyak milik Saudi Aramco. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengimbau para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjaga dengan baik sistem keamanan agar peristiwa yang menimpa Saudi Aramco tak terjadi di Indonesia. bari

BERITA TERKAIT

PENILAIAN KETUA UMUM APINDO - Defisit Akibat Daya Beli Masyarakat Menurun

Jakarta-Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengungkapkan, defisit perdagangan Indonesia pada September 2019 sebesar US$160 juta terjadi akibat…

Daftar Negatif Investasi (DNI) Direvisi Ulang

NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang merevisi ulang Daftar Negatif Investasi…

UNDP Catat Kemiskinan di Indonesia Menurun 0,2 Basis Poin

NERACA Jakarta – Berbagai macam program sosial yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), rupanya dinilai efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

KARENA TIDAK BERDASARKAN SURVEI KHL - KSPI Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51%

Jakarta-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020 yang ditetapkan pemerintah sebesar 8,51%.…

Idealnya, Kabinet Kerja Jilid II Diisi Figur Berkualitas

  NERACA Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Roni Tabroni mengharapkan tim Kabinet Kerja II idealnya diisi…

KUALITAS SDM INDONESIA PERLU DITINGKATKAN - Daya Saing Turun Akibat Biaya Logistik Tinggi

Jakarta-Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang PS Brodjonegoro menegaskan, tingginya biaya logistik di Indonesia berdampak pada…