MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru - Siapkan Capex Rp 620 Miliar

NERACA

Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan rumah sakit Mitra Keluarga ini berencana menambah empat unit rumahsakit sampai akhir tahun 2019.Rumahsakit tersebut dua diantaranya merupakan akuisisi dari Kasih Group, yakni Rumah Sakit Bina Husada, yang diunggulkan sebagai pusat jantung dan vaskular serta pusat mata, berlokasi Cibinong dan Rumah Sakit Mutiara Hati di Jakarta Timur.

Sementara pembangunan dua rumahsakit lainnya adalah Mitra Keluarga Bintaro Tangerang dan Mitra Keluarga Pratama Jatiasih Bekasi yang keduanya masih melalui proses akreditasi rumahsakit.Sementara Bina Husada Cibinong yang diakuisisi pada awal tahun 2019 dengan nilai investasi mencapai Rp 240 miliar, menempati level bintang empat dan telah melalui konversi penerimaan pasien BPJS.

Joyce V Handayani, Sekretaris Perusahaan MIKA sekaligus Direktur Independen MIKA menjelaskan pihaknya menggelontorkan dana dari kas internal dan sisa dana IPO 2015 untuk melakukan pembangunan di Jatiasih dan Bintaro.”Kami mengeluarkan dana sekitar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar untuk pembangunan rumahsakit di Bintaro. Sementara di Jatiasih, jumlahnya lebih kecil, yakni Rp 80 miliar-Rp 100 miliar,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Joyce menyebut, perbedaan nilai investasi dari pembangunan rumahsakit tersebut, dialokasikan berdasarkan kebutuhan rumahsakit. Mitra Keluarga Bintaro Tangerang memiliki 180 kapasitas tempat tidur dan 64 tempat tidur operasional, 74 dokter umum dan spesialis, serta 67 perawat. Sementara Mitra Keluarga Pratama Jatiasih Bekasi memiliki 153 kapasitas tempat tidur, 60 tempat tidur operasional, 33 dokter umum dan spesialis, serta 45 perawat.

Sepanjang 29 tahun berdiri, MIKA memiliki 24 rumahsakit dengan, jaringan Mitra Keluarga sebanyak 16 rumahsakit dan Jaringan Grup Kasih sebanyak delapan rumahsakit. Sementara kapasitas tempat tidur MIKA secara total berjumlah lebih dari 2.800 unit. Sampai 2025, MIKA menargetkan akan menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 800 unit di 24 rumahsakit."Dalam periode yang sama, yakni 2025, kami juga menargetkan menambah total jaringan 30 rumahsakit dengan total kapasitas 4.500 tempat tidur," jelasnya.

Tahun ini, kata Joyce, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 620 miliar. Dimana dana capex tersebut digunakan untuk membiayai akuisisi beberapa rumah sakti dan untuk pembangunan dua rumah sakit baru di daerah Bintaro dan Jatiasih, Bekasi. Perseroan mengungkapkan, dengan akuisisi tersebut diharapakan dapat meningkat kinerja dan menambah eksistensi MIKA di daerah baru. Dimana untuk sumber dana capex tersebut dinyatakan dengan dana internal, termasuk dengan menggunakan dana sisa IPO (initial public offering).

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…