MKDA Private Placement 215 Juta Saham

NERACA

Jakarta – Emiten pertambangan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal perkuat modal dengan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement sebanyak-banyaknya 215 juta saham baru. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215 juta lembar saham. Jadwal penerbitan saham tambahan hasil private placement yakni pada 18 Juli 2019.

Adapun, jadwal pencatatan saham tambahan hasil private placement dilakukan pada 19 Juli 2019. Disebutkan, perseroan telah mendapatkan izin untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) pada 11 Maret 2019. Izin yang diajukan yakni private placement sebanyak-banyaknya 416,45 juta saham baru.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold,Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan alokasi capital expenditure (capex) tahun ini senilai US$160 juta. Perseroan menurutnya akan menggunakan sebagian besar dana itu untuk mengoptimalkan operasional dan eksplorasi di proyek tambang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, proyek tambang tembaga di Pulau Wetar, Maluku Barat, dan proyek tambang emas di Pani, Gorontalo.

Adi menjelaskan bahwa emiten berkode saham MDKA itu berencana meningkatkan produksi pada lapisan oksida di proyek tambang Tujuh Bukit dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih yang diremukkan, ditumpuk, dan ditempatkan untuk irigasi. Untuk mendukung rencana itu, anak usaha yang mengoperasikan tambang Tujuh Bukit, PT Bumi Suksesindo (BSI), akan memperluas tapak pelindian dari kapasitas 36 juta ton menjadi 56 juta ton. Rencana ekspansi itu ditargetkan rampung pada 2019.

Di sisi lain, untuk proyek tembaga Wetar, perseroan sedang mengembangkan Pit Lerokis, salah satu prospek yang berjarak 14 kilometer dari tempat pelindian. Lerokis akan menjadi tambang terbuka kedua di proyek tembaga Wetar dan dijadwalkan memulai produksi komersial tahun ini.

Pada akhir 2018, lanjut dia, MDKA melakukan akuisisi pembelian saham di proyek tambang emas Pani. Pihaknya mengklaim operasional tambang Pani turut memberikan dampak positif dari keberlangsungan operasional serta meningkatkan produktivitas.“Pada 2019, kami fokus bisnis pertambangan dan penjualan emas serta tembaga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari masing-masing anak usaha. Kami yakin seluruh kegiatan ekspansi itu akan selesai pada 2019,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Wilton Repo Saham Renuka Coalindo

NERACA Jakarta - Wilton Resouces Pte Ltd pemegang saham pengendali (PSP) PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) melakukan penjualan sebanyak 50…

Serap Saham Tiga Pilar Sejahtera - FISH Pastikan Tidak Ada Dampak Material

NERACA Jakarta – Menyikapi aksi korporasi PT FKS Food And Ingredients (FKS FI) yang bakal menyerap saham PT Tiga Pilar…

Kinerja Kinclong, Saham MNCN Lebih Menarik Dikoleksi Dibanding SCMA

JAKARTA, Keberhasilan PT Media Nusantara Citra Tbk berekspansi di bidang digital tercermin dari pembukuan perseroan pada semester I/2019 dan mendorong…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…