Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar - Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK

NERACA

Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan saham baru melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami harap, IPO PT Krida Jaringan Nusantara Tbk sudah dapat pernyataan efektif pada minggu depan,” kata Presiden Direktur PT Panca Global Sekuritas, Hendra H Kustarjo di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, perseroan berencana akan melepas sebanyak 30% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Disebutkan, dana yang dibidik lewat IPO sekitar Rp 30 miliar. Perseroan memiliki bisnis dibidang jasa transportasi logistik tersebut, khususnya korespendensi antara bank. Disebutkan, kebutuhan surat menyurat antar bank masih menjanjikan saat ini. Untuk diketahui, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk menyusun prospektus untuk mendapatkan pernyataan efektif berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2018.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sudah mengantongi 25 calon emiten baru (pipeline) yang siap melantai di pasar modal. Seluruh perusahaan tersebut rencananya melakukan IPO pada kuartal II tahun 2019."Sudah dokumen sudah masuk yang 25 calon emiten. Ada yang menggunakan laporan keuangan Desember, ada yang Maret," kata Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Nyoman Yetna mengaku optimistis seluruh dokumen yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan IPO sudah siap. Menurut dia, seluruh beberapa dokumen yang sebelumnya dinilai kurang sudah diperbaiki."Kami yakin 25 ini masuk semua. Ada beberapa dokumen yang sedang diperbaiki dan sudah diperbaiki. Jadi 25 itu besar kemungkinan akan dicatatkan," ujarnya.

Adapun pada tahun ini, Nyoman Yetna mengatakan otoritas bursa menargetkan ada 75 perusahaan yang melantai di bursa efek. Adapun hingga saat ini sudah 13 emiten yang telah melantai di bursa."Yang kita tunggu dan sangat support adalah underwriter dan para entrepreneur untuk sampaikan dokumen yang belum lengkap. Karena kondisi pasar saat ini sudah favourible," tuturnya.

Menurut analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji, kondisi pasar IPO pasca pilpres akan menggeliat dan hal tersebut menjadi momentum tepat bagi para perusahaan untuk mencari pendanaan alternatif ke pasar. Oleh karena itu, dirinya optimistis bahwa target 75 emiten baru yang diusung BEI masih bisa dilakukan dengan situasi global dan domestik yang kondusif.

Dia menilai masih ada cukup waktu hingga akhir tahun ini sebagai periode pengejaran. Nafan memproyeksikan sentimen yang bakal terjadi pada akhir tahun ini yakni dari sisi fundamental, CAD yang berkurang, target pencapaian pertumbuhan ekonomi dan GDP.“Dari sisi eksternal perang dagang mereda, stabilisasi rupiah, serta pergerakan harga komoditas yang semestinya menunjukkan tren positif, hingga antisipasi pertumbuhan ekonomi global yang mungkin terpenuhi,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…