Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut serta pulau-pulau yang ada di wilayah tersebut, termasuk Pulau Komodo. Tak bisa dipungkiri bahwa Labuan Bajo memang terkenal dengan pantainya, keindahan pemandangan bawah lautnya, hingga gugusan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Namun, ternyata Labuan Bajo juga menyimpan wisata lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya, Gua Batu Cermin dikutip dari CNN Indonesia.com.

Saya bersama rombongan Kementerian Wisata pada akhir pekan kemarin berkesempatan untuk menikmati secara langsung keindahan dari Gua Batu Cermin tersebut.Sebelum masuk, saya mesti lebih dulu membeli tiket masuk. Tarif yang dipatok terbilang tak terlalu mahal, Rp20.000 untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara.

Saya bersama rombongan pun kemudian bersiap untuk menjelajahi keindahan Gua Batu Cermin, ditemani oleh seorang pemandu wisata bernama Mario. Di dekat tempat pembelian tiket masuk, terdapat sebuah gapura kecil yang terbuat dari kayu bertuliskan 'Welcome Batu Cermin'. Gapura itu menjadi tanda pintu masuk menuju ke arah Gua Batu Cermin.

Dari situ, saya dan rombongan berjalan kurang lebih sekitar 250 meter. Meski cukup jauh, namun sepanjang jalan itu telah dilapisi con block sehingga nyaman bagi para pengunjung. Sementara itu, di sisi kanan kirinya masih terdapat kebun bambu sehingga suasana pun cukup rindang.

Yang menarik, saya bahkan sempat melihat beberapa kera ekor panjang yang berkeliaran dengan bebas di area itu. Tapi tenang, monyet-monyet tersebut tidak mengganggu para pengunjung kok. Tak sampai 10 menit berjalan kaki, saya dan rombongan pun tiba di depan sebuah bukit batu yang lumayan tinggi. Mario, selaku pemandu wisata kami pun segera mengarahkan kami menuju ke pintu masuk.

Ada sebuah anak tangga yang terbuat dari semen, yang akan memudahkan pengunjung untuk menuju ke pintu masuk gua. Anak tangga itu dibuat di antara celah batu-batuan gua tersebut. Konon katanya, jutaan tahun lalu Gua Batu Cermin itu dulunya berada di dasar laut. Namun, akibat aktivitas gempa bumi yang terjadi wilayah itu akhirnya membuat gua menjadi naik ke atas dan kini posisinya lebih tinggi dari pantai.

Mario menuturkan dulunya ada seorang arkeolog yang juga pastor asal Belanda bernama Theodore Verhoven. Dari penelitian dialah diketahui bahwa ada sejumlah fosil yang membuktikan bahwa dulunya gua itu berada di bawah laut.

Di sejumlah bagian dinding gua, kata Mario, terdiri dari batuan karang. Hal itu, menjadi salah satu tanda bahwa Gua Bati Cermin dulunya sempat berada di bawah laut. "Batu karang itu dibuktikan dengan tumbuhnya pohon-pohon, karena batu karang kan berpori-pori, jadi menyimpan air untuk tumbuhnya pohon," papar Mario.

Setelah menaiki tangga, saya dan rombongan pun segera diajak untuk masuk ke dalam sebuah lorong.Di dekat pintu masuk lorong, terdapat sejumlah helm yang memang dipersiapkan bagi para pengunjung. Fungsinya untuk menjaga kepala agar terlindungi dari batuan stalaktit.

Saya pun mengambil satu helm untuk dipakai di kepala saya, ya tujuannya agar kepala saya aman selama menyusuri gua.

Selain memakai helm, kami juga diminta untuk menghidupkan lampu flash dari handphone kami. Tujuannya untuk membantu penerangan selama menyusuri bagian dalam gua.

Mario mengungkapkan di bagian dalam gua memang sengaja tidak dipasang lampu sebagai pencahayaan. Alasannya, sejumlah ahli mengatakan suhu panas yang dihasilkan oleh lampu bisa mempengaruhi atau bahkan mengubah suhu bebatuan di area tersebut.

Setelah perlengkapan siap, kami pun siap masuk ke dalam Gua Batu Cermin. Baru masuk beberapa langkah ke dalam lorong, Mario langsung menginstruksikan kami untuk merunduk bahkan berjongkok guna menghindari batuan stalaktit.

Gua Batu Cermin bisa menjadi salah satu pilihan wisata yang menarik saat berkunjung ke Labuan Bajo. Di sini, kita bisa belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan batuan gua yang berasal dari batuan karang.

Gua Batu Cermin menjadi salah satu bukti, bahwa Labuan Bajo tak hanya melulu menyajikan wisata pantai dan keindahan alam bawah lautnya. Namun, wisata sejarahnya pun cukup menarik untuk dikunjungi.

BERITA TERKAIT

Pertambangan - Lebih Efisien, Batu Bara Mulai Diperdagangkan Secara Digital

NERACA Jakarta – E-commerce atau pemasaran digital melalui dunia maya sudah merambah sektor bisnis pertambangan, terutama batu bara. Perusahaan tambang…

WISATA HUTAN MANGROVE

Pengunjung menikmati wisata hutan mangrove saat mengisi libur idul adha 1440 H di Pantai Talang Siring, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu…

PHRI Sumsel Dukung Pengembangan Wisata Unggulan Daerah

PHRI Sumsel Dukung Pengembangan Wisata Unggulan Daerah NERACA Palembang - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) mendukung…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…