Menkopolhukam - Ancaman Persatuan Bangsa Tidak Lagi Militer

Wiranto

Menkopolhukam

Ancaman Persatuan Bangsa Tidak Lagi Militer

Padang - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan ancaman persatuan bangsa saat ini tidak lagi dari sisi militer melainkan bersifat multi dimensional.

"Yang jadi ancaman sekarang adalah narkoba, pencurian ikan, pembalakan hutan, terorisme hingga radikalisme sehingga perlu diwaspadai," kata dia di Padang, Rabu (6/2) pada Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan.

Forum yang mengangkat tema Implementasi Nilai Pancasila dalam Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Menyukseskan Pemilu, dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan pemangku kepentingan terkait.

Menurut dia, masyarakat perlu menyadari saat ini pada seluruh aspek kehidupan ada ancaman dan tidak lagi soal militer semata."Misalnya, anak-anak kita jadi pecandu narkoba, itu kan ancaman dari sisi kesehatan dan masa depan generasi penerus menjadi terjebak," ucap dia.

Selain itu, pembabatan hutan juga bisa menjadi ancaman karena menyebabkan musibah banjir. Ia mengingatkan kalau tidak diwaspadai ancaman tersebut akan masuk ke Indonesia dan bisa menjadi bagian kehancuran suatu bangsa.

Wiranto memberi contoh ketika ada satu pesawat yang jatuh dengan jumlah penumpang sekitar 300 orang semua orang menyorotnya, sementara setiap hari ada 30 orang yang meninggal karena narkoba atau 900 orang satu bulan, tapi tidak ada yang ribut. Tidak hanya itu, ia memaparkan saat ini terjadi apa yang disebut dengan "proxy war" atau perang tanpa menggunakan senjata untuk menghancurkan suatu negara.

"Dengan demikian bela negara menjadi tugas dan kewajiban semua masyarakat Indonesia terhadap semua ancaman tersebut, dan tidak lagi hanya tugas TNI dan polisi saja," ujar dia.

Ia menyampaikan "negeri ini tempat kita lahir, dibesarkan dan mencari hidup bahkan tempat kita dikuburkan sehingga perlu untuk bersama-sama menjaganya".

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Wiranto mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pemilu 2019 sebagai ajang berseteru dengan sesama anak bangsa. Ant

BERITA TERKAIT

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

Satu Pabrik Gula Lagi Bakal Beroperasi di Sumsel

Satu Pabrik Gula Lagi Bakal Beroperasi di Sumsel NERACA Palembang - Satu pabrik gula lagi yakni PT Pratana Nusantara Sakti…

Jokowi Soal Gunakan Alat Komunikasi Saat Debat Capres: Jangan Buat Fitnah (Lagi)

Jokowi Soal Gunakan Alat Komunikasi Saat Debat Capres: Jangan Buat Fitnah (Lagi) NERACA Jakarta - Calon Presiden nomor urut 01…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendlyā€¯ Gubernur Bali

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendly” Gubernur Bali NERACA Denpasar - Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengapresiasi kebijakan "Eco Friendly"…

Mantan Direksi Pelindo III Terbebas Jeratan Kasus Pungli

Mantan Direksi Pelindo III Terbebas Jeratan Kasus Pungli NERACA Surabaya - Mantan direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Rahmat Satria…

MK: Kewenangan Antara Kurator dan Likuidator Berbeda

MK: Kewenangan Antara Kurator dan Likuidator Berbeda NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa tugas dan kewenangan antara kurator…