Perluas Pembiayaan KPR, BRISyariah Gadeng Ciputra Group

NERACA

Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah memperluas ekspansi kerjasamanya dengan menggandeng Ciputra Group untuk menyalurkan pembiayaan KPR bagi nasabah yang ingin memiliki hunian di bawah pengelolaan pengembang properti tersebut. Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso dan Marius Ignatius Meiko Handoyo Lukmantara yang merupakan direktur di bawah Ciputra Group Holding 1 di kantor Ciputra World, Jakarta, Senin (7/1).

"Kesempatan bekerja sama dengan Ciputra Group, yang sudah lama dikenal sebagai developer andal, tentu merupakan hal yang positif bagi BRIsyariah. Di tahun 2019 ini memang BRIsyariah mencanangkan sebagai tahun konsumer," kata Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso dalam keterangan resminya.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Ciputra ini sebagai langkah awal kami untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan konsumer. "Di tahun 2018 kami menyalurkan sebesar Rp2,97 triliun untuk pembiayaan KPR. Harapan kami, di tahun 2019 akan tumbuh sebesar Rp785 sampai dengan Rp800 miliar atau 14.59 persen - 14.85 persen. Kami optimistis akan mencapai target tersebut," ujar Direktur Utama BRIsyariah itu.

Melalui perjanjian kerjasama ini BRIsyariah menyediakan pembiayaan bagi calon nasabah yang tertarik memiliki hunian berupa rumah, rukan, ruko, apartemen ataupun tanah di bawah kelolaan Ciputra Group yang ada di delapan provinsi di Indonesia. Di antaranya Citra 7, Citra 8 dan Citra Lake Suites di Jakarta, Citra Raya City di Mendalo-Jambi, CitraGrand City di Palembang Sumatera Selatan, CitraGarden BMW di Cilegon Banten serta CitraPlaza Nagoya di Batam Kepulauan Riau.

BRIsyariah akan menyediakan fasilitas pembiayaan hingga sejumlah Rp110 miliar. BRIsyariah memberikan jangka waktu paling lama 15 tahun untuk fasilitas pembiayaan yang digunakan untuk pembelian rumah tinggal. Untuk pembelian rumah toko atau rumah kantor atau apartemen, fasilitas pembiayaan yang digunakan memiliki jangka waktu paling lama 10 tahun. Sementara untuk fasilitas pembiayaan yang digunakan untuk pembelian tanah paling lama adalah lima tahun.

Dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, menjadi wujud komitmen BRIsyariah dan Ciputra Group dalam mewujudkan impian konsumen memiliki rumah. Adanya kerjasama ini juga akan menjadi momen mempererat hubungan kedua belah pihak untuk saling bersinergi dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya nasabah setia BRIsyariah dalam hal pembiayaan properti.

Sepanjang tahun 2018 hingga bulan November, BRIsyariah sudah menyalurkan KPR Sejahtera FLPP lebih dari Rp711 miliar untuk lebih dari 6.000 unit rumah. Kuota unit FLPP di tahun 2018 telah terlampaui sebesar 100.84% atau sebanyak 6.842 dari kuota yang diberikan, yaitu 6.785 unit. Tahun ini, BRIsyariah kembali dipercaya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyalurkan KPR FLPP. Dalam rencana jangka panjangnya, BRIsyariah merencanakan penyaluran KPR Sejahtera BRIsyariah iB sebesar Rp739,5 miliar untuk 7.250 unit rumah subsidi di tahun 2019.

BERITA TERKAIT

KERJASAMA PENYALURAN KPR

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo (kedua kanan) dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati…

DUKUNGAN KPR BNI UNTUK PEGAWAI KEMENDES PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo (kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati (kiri), Direktur…

PEMBIAYAAN UMKM MANDIRI SYARIAH

Area Manager Bank Mandiri Syariah Bogor Fitria Ekayani (kiri) dan Branch Manager Bank Mandiri Syariah Cibinong Nasrudin Anas (kanan) saat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga dan Liquid Group Dukung Uji Coba QRIS Lintas Negara

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Liquid Group mengumumkan kemitraan strategis untuk mempelopori…

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit di Sumsel Capai 12%

    NERACA   Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan tumbuh 12,0 persen…

OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Terkendali

  NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni, menilai stabilitas sektor jasa keuangan…