IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau - Berkat Stimulus Negara Maju

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi dengan tren penguatan yang melesat tajam mulai dari pembukaan hingga penutupan. Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 401,27 poin atau 10,19% ke posisi 4.338,9. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 84,58 poin atau 14,92% menjadi 651,41.”Penguatan IHSG dipicu stimulus besar-besaran dari pemerintah AS, plus juga sentimen positif penguatan rupiah," kata analis Indopremier Sekurita, Mino di Jakarta, kemarin.

Senat Amerika Serikat pada Rabu (25/3) menyetujui dana sebesar dua triliun dolar AS (sekitar Rp32.400 triliun) untuk membantu para tuna karya dan industri yang terdampak pandemi COVID-19, serta mengalokasikan miliaran dolar AS lainnyauntuk membeli perlengkapan medis. Kemudian sekitar US$ 500 miliar dari dana bantuan itu dianggarkan untuk membantu industri yang terdampak pandemi, sementara uang dengan jumlah yang sama juga dialokasikan untuk bantuan langsung tunai ke jutaan keluarga di Amerika Serikat. Rencananya, tiap kepala keluarga akan menerima US$ 3.000.

Paket stimulus itu bertujuan untuk menggelontorkan dana tunai ke masyarakat demi meredam dampak pandemi yang telah menewaskan lebih dari 900 jiwa di Amerika Serikat dan menginfeksi sekitar 60.000 orang. Seluruh sektor meningkat dengansektor konsumer naik paling tinggi yaitu 13%, diikuti sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing 12,96% dan 11,43%. Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreignbuysebesar Rp662,32 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 888.196 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,53 miliar lembar saham senilai Rp12,75 triliun. Sebanyak 300 saham naik, 129 saham menurun, dan 115 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 882 poin atau 4,51% ke 18.664,6, indeks Hang Seng melemah 174,9 poin atau 0,74% ke 23.352,3, dan indeks Straits Times melemah 24,07 poin atau 0,96% ke 2.481,4.

Sementara Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono W Widodo menilai, penguatan signifikan IHSG pada pembukaan perdagangan Kamis mengikuti naiknya bursa saham dunia.”Selama kita tutup kemarin, bursa-bursa utama dunia mencatatkan kenaikan tajam terutama di AS karena solusi pemberian insentif ekonominya sudah disetujui. Jadi kali ini IHSG juga mengikuti pola pergerakan indeks dunia yang ada sekarang," ujar Laksono.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, IHSG menguat karena faktor stimulus negara maju yang berhasil meredam kepanikan pasar akibat pandemi COVID-19 sehingga pasar menjadi lebih stabil. Asal tahu saja, IHSG"terbang" menembus level psikologis 4.000 mengikuti pasar saham AS yang menguat merespons paket stimulus sebesar US$ 2 triliun demi menanggulangi krisis akibat pandemi global. Sementara itu pasar Eropa juga turut naik merespons penguatan di AS.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…