Bank OCBC NISP Siapkan Dana Rp500 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA

Jakarta - Jaga pertumbuhan harga saham di tengah kondisi pasar berfluktuatif, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana melakukan pembelian kembali alias buyback saham perusahaan yang beredar di publik. Rencananya, OCBC NISP maksimum akan membeli 0,002% atau setara 400.000 saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Adapun perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pembelian kembali saham adalah maksimum Rp 500 juta. Biaya tersebut sudah termasuk biaya komisi dan biaya terkait lainnya. Kemudian guna memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan bakal meminta restu pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang jadwalnya dilakukan pada 2 April 2020, termasuk menunggu izin OJK.

Perseroan mengungkapkan, aksi buy back tersebut bakal berlaku paling lama 18 bulan sejak RUPSLB digelar. OCBC NISP mencatat laba bersih per saham termasuk secara proforma senilai Rp 128,1. Adapun harga buyback akan mengacu harga paling tinggi dari harga rata-rata selama 90 hari penutupan perdagangan sebelum tanggal pelaksanaan buyback. Perseroan menyakini pembelian kembali saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional karena perseroan telah memiliki permodalan yang cukup.

Tahun ini, perseroan memperkirakan penyaluran kredit perbankan bakal tumbuh di kisaran 7,5% hingga 9%. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja pernah bilang, angka tersebut jauh di bawah target pertumbuhan kredit tahun 2019 sebesar 9% hingga 11%. Dijelaskannya, bank membutuhkan waktu untuk mentransmisikan pelonggaran kebijakan Bank Indonesia (BI). Selain itu di pasar, permintaan kredit juga masih lesu.

Parwati mencontohkan, untuk kredit pembiayaan rumah (KPR) misalnya, meski BI telah melonggarkan kebijakan loan to value ratio (LTV) atau uang muka, permintaan terhadap KPR masih belum membaik. Sementara sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Bank OCBC NISP Tbk tidak mencatatkan pertumbuhan kredit. Alhasil fungsi intermediasi bank yang dikendalikan oleh OCBC Singapura ini relatif stagnan.

Tahun ini, PT Bank OCBC NISP Tbk lebih fokus menjaga kualitas kredit. Hal ini dilakukan agar profitabilitas perseroan terjaga, meski nantinya suku bunga kredit jadi diturunkan.”Bank akan fokus meningkatkan dana murah [CASA] dengan terus berupaya untuk menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan yang inovatif yang didukung oleh optimalisasi inisiatif digital untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah, nyaman, dan cepat bagi nasabah,” kata Direktur OCBC NISP Hartati.

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…