IKAN Targetkan Pendapatan Rp 150 Miliar - Optimalkan Pasar Ekspor

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) langsung tancap gas pacu kinerja bisnisnya. Dimana tahun ini, emiten yang bergerak di bidang industri pengolahan dan perdagangan hasil perikanan membidik pendapatan hingga Rp 150 miliar dan laba bersih Rp 10 miliar.

Direktur Utama Era Mandiri Cemerlang, Johan Rose menjelaskan, demi mendukung rencana tersebut, dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk pembelian bahan baku sebesar 79%. Sedangkan penambahan mesin baru 7%, jasa instalasi dan cold storage, sebesar 14%. "Untuk pembelian bahan baku tersebut nilainya sebesar Rp 28 miliar, lalu untuk cold storage nanti akan menghabiskan dana Rp 5 miliar. Untuk pabrik kami yang berlokasi di Gorontalo dan Jakarta kami akan melakukan penambahan mesin baru senilai Rp 2,5 miliar, sehingga sejalan dengan target pertumbuhan volume kami hingga 1.500 ton,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Johan menambahkan, pada tahun ini perseroan akan fokus pada penjualan ekspor dengan tujuan seperti Amerika, negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan juga Asia Tenggara. Meskipun begitu perseroan tidak menutup kemungkinan untuk menambah tujuan ekspor. "Kami juga senantiasa mencari pasar yang baru yang memiliki potensi yang tinggi, seperti India dan Amerika latin," ujarnya.

Untuk pasar ekspor, Johan mengakui Amerika masih menjadi negara tujuan yang berkontribusi paling besar kepada perseroan dalam segmen ikan tuna olahan. Apalagi, ikan tuna olahan yang dikirim ke Amerika bisa mencapai 1.000 ton per tahun. Disisi lain terkait virus corona yang dialami oleh Tiongkok, perseroan menjelaskan hal itu tidak berdampak labgsung terhadap penjualan lantaran porsinya hanya 2%. "Tidak berpengaruh sama penjualan kami, karena hanya 2% yang bisa kita alihkan dengan mudah ke negara lain, kami ikut prihatin semoga cepat selesai," paparnya.

Pada perdagangan saham perdana, IKAN dibuka melonjak ke posisi Rp 204 atau meningkat 70% dari harga penawaran saham awal yakni Rp 120, dengan kata lain saham perseroan terkena auto reject. Dalam penawaran umum tersebut, perseroan menawarkan 40% dari total saham yang dimiliki atau sebanyak 333 juta saham baru dengan harga Rp 120 per saham, sehingga dalam penawaran umum ini perseroan meraup dana segar sebesar Rp 39,99 miliar.

Perseroan mempercayakan PT UOB Kay Hian Sekuritas, sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Berdasarkan laporan keuangan dalam prospektusnya, per 31 Juli 2019, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 57 miliar jumlah tersebut turun sebesar 9,1% dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 63 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan kuantitas penjualan perseroan baik ekspor maupun lokal.

Sedangkan pada segmen laba bersih perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,40 miliar atau turun 11,9% dari tahun sebelumnya yakni Rp 2,73 miliar, yang disebabkan oleh penurunan disebabkan terutama oleh kenaikan beban lain-lain dan adanya kerugian selisih kurs.

BERITA TERKAIT

Adhi Commuter Bidik Dana IPO Rp 2,5 Triliun

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya di sektor properti yang terintegrasi dengan moda transportasi menjadi fokus utama PT Adhi Commuter Properti…

Dampak Suspensi Saham - Tiphone Mobile dan KSEI Saling Tuduh

NERACA Jakarta –Dinilai melakukan salah prosedur karena penundaan pembayaran bunga ke-4 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I…

Genjot Pertumbuhan Bisnis Gudang - Makmur Berkah Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi di sektor kawasan industri dan penyewaan gudang, PT Makmur Berkah Amanda…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…

Topang Pendapatan Taksi - Blue Bird Tancap Gas Bisnis Armada Rental

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus ekspansi dengan menambah armada baru. Dimana tahun ini,…