HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore - Bantu Daya Saing UMKM

NERACA

Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan Pengusaha Online Internasional (HIPO) meluncurkan aplikasi Histore sebuah wadah dan sarana pengembangan bisnis UMKM bagi anggota HIPO,”Aplikasi ini dibuat dengan tujuan utama yaitu menciptakan UMKM naik kelas go digital, khususnya pelaku UMKM yang telah menjadi anggota HIPO,”kata Nani Astuti, CEO PT HIPO Bisnis Manajemen (PT HBM) yang merukan induk usaha dari HIPO di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dengan kehadiran aplikasi Histore ini bisa membawa pelaku UMKM bisa mengembangkan bisins dan memperluas pasar melalui penjualan online. Histore sendiri tidak hanya sekedar marketplace biasa tapi kelebihan utamanya yaitu juga membantu UMKM dari hulu sampai hilir seperti memberikan edukasi bisnis digital, perluasan pasar hingga ekspor serta bantuan permodalan yang disuport oleh salah satu anak perusahaan di HBM Group.

Kata Nani, untuk menjadi anggota HIPO yang siap menjadi inkubator akan diseleksi ketat dengan berbagai kriteria yang ada. Pasalnya, inkubator UMKM bagi HIPO akan membawa pelaku usaha UMKM dari nol hingga titik tertinggi dalam pengembangan bisnis. Kedepan seiring dengan banyaknya minat pelaku UMKM menjadi inkubator binaan HIPO akan terbuka peluang untuk umum dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Keberadaan aplikasi Histore dalam rangka pelayaan bagi UMKM mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah dan juga para rekan-rekan media.

Nani menambahkan, aplikasi Histore yang hanya diperuntukkan ekslusif untuk anggota HIPO akan didonwload dalam waktu oleh segera 200 ribu orang anggota HIPO. Aplikasi Histore, lanjut Nani, merupakan hasil karna anak bangsa 100% dan dalam aplikasi tersebut tidak memberikan akses barang-barang impor.”Kalau dibuka pasar impor, produksi pelaku UMKM Indonesia akan tertinggal jauh dengan negara tetangga,”tandasnya.

Menurutnya, dilarangnya barang impor di aplikasi Histore dimaksudkan bukan anti terhadap pasar impor, tetapi lebih upaya perlindungan para anggotanya yang masih merupakan pelaku UMKM segmen kecil. Asal tahu saja, saat ini anggota HIPO tercatat sebanyak 2000 orang dari berbagai pelaku usaha dari berbagai sektor. Kedepan anggota HIPO akan terus tumbuh seiring banyaknya benefit yang ditawarkan.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukses Gelar IPEX ke-20 - BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun

Bank BTN berhasil menarik  lebih dari 200.000  pengunjung selama sepekan pameran Indonesia Properti Expotdan (IPEX) sukses membukukan nilai ijin prinsip…

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…