Dana Terhimpun di Pasar Capai Rp 155 Triliun - Kondisi Keuangan Masih Terjaga

NERACA

Jakarta -Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan akhir Nopember 2019 dalam kondisi terjaga dengan intermediasi sektor jasa keuangan tetap tumbuh positif. Profil risiko industri jasa keuangan juga terpantau terkendali di tengah pelambatan ekonomi global.

Bahkan, sampai dengan 26 November 2019, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 155 triliun.”Serupa dengan level penghimpunan dana pada 2018. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 48 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 22,8 triliun,” kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan kondisi geopolitik seperti perang dagang serta brexit menjadi sentimen utama perkembangan pasar keuangan global. Akan tetapi, sektor industri jasa keuangan dikatakan terpantau terkendali di tengah pelambatan ekonomi global.“Kebijakan dovish (penundaan kenaikan suku bunga) oleh beberapa bank sentral negara maju berpengaruh positif terhadap likuiditas global, terutama emerging markets, termasuk Indonesia,” terangnya.

Sampai akhir Oktober pasar saham menguat sebesar 1% month ti month (mtm) menjadi 6.228,3. Penguatan ini ditopang oleh investor domestik mengingat investor nonresiden tercatat membukukan net sell sebesar Rp 3,8 triliun. Namun, meningkatnya sentimen global di akhir minggu ketiga November 2019, IHSG mencatatkan penurunan tipis ke level 6.100,2 dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp 43,9 triliun year to date (ytd).

Pihaknya mengaku akan selalu memantau perkembangan ekonomi global. Selain itu, juga melakukan langkah mitigasi dampak kondisi yang unfavourable terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik terutama mengenai profil risiko likuiditas dan risiko kredit.”OJK akan terus berkoordinasi dengan para stakeholder guna memitigasi ketidakpastian ekstemal, menjaga kontribusi sektor jasa keuangan dalam perekonomian nasional serta menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso seperti dikutip bisnis mengatakan, pihaknya mengetahui waktu yang tepat untuk menindak suatu pelanggaran di industri jasa keuangan. Hal tersebut menyikapi respon kondisi pasar yang tertekan beberapa hari terakhir setelah otoritas membubarkan 6 produk reksa dana milik PT MInna Padi Aset Manajemen yang menjanjikan imbal hasil pasti (fixed return).

Sebelumnya, para pelaku pasar menilai keputusan OJK untuk membubarkan produk reksa dana di tengah kondisi pasar yang masih lemah ini belum tepat. Pada hari perdagangan Jumat (29/11) pukul 14.24 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih belum mampu menembus ke atas level 6.000 kendati menguat 0,77% ke level Rp 5.998.

Sepekan terakhir, IHSG belum pernah ditutup di zona positif dan sejak awal tahun indeks terjatuh 3,12%. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan bahwa tekanan terhadap indeks berasal dari dalam maupun luar negeri secara bersamaan.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…