Mendag AS Temui Presiden Jokowi Bahas Keringanan Bea Masuk GSP - Niaga Internasional

NERACA

Jakarta – Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menemui Presiden Joko Widodo, salah satunya membahas finalisasi fasilitas Generalized System of Preference (GSP) atau kebijakan untuk meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pertemuan dengan Mendag AS Wilbur Ross di Istana Merdeka Jakarta, didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Mensesneg Pratikno.

Menlu Retno Marsudi setelah pertemuan itu mengatakan kunjungan US Secretary of Commerce ke Indonesia ini adalah refleksi dari komitmen AS untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia khususnya di bidang ekonomi atau lebih spesifiknya untuk bidang perdagangan dan investasi.

“Kita bicara juga mengenai masalah untuk fasilitasi GSP, ini kan sebenarnya masalah yang sudah lama dibahas dan tadi juga ada satu kesepakatan bahwa mungkin awal Desember kita akan mengirim tim untuk bernegosiasi menyelesaikan. Dari apa yang disampaikan oleh Secretary Ross kita optimis bahwa isu yang terkait masalah GSP ini akan selesai dengan baik dengan win win,” kata Retno, disalin dari laman Antara.

Ross sebelumnya bertemu dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Pada level Presiden pembahasannya adalah satu mengenai masalah komitmen, yang kedua mengenai kemitraan di dalam mengimplementasikan outlook Indopasifik karena di situ ada beberapa kerja sama bidang infrastruktur dan pengembangan SDM yang dua-duanya dapat dikerjasamakan dengan AS,” katanya.

Presiden Jokowi, kata Retno berharap bahwa AS akan menjadi salah satu dari mitra Indonesia dalam mengembangkan kerja sama baik di bidang infrastruktur maupun di bidang pengembangan SDM.

Sementara Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan GSP diharapkan menjadi bagian daripada kerja sama Indonesia-AS dalam 70 tahun. GSP ini menjadi simbol kerja sama.

“Jadi ini tentu lebih kepada gesture kerja sama dan diharapkan tentu kerja samanya bisa ditingkatkan dan mereka ingin sharing pengalaman mereka untuk melakukan kegiatan semacam pelatihan,” katanya.

Ia mengatakan Presiden Jokowi mengharapkan agar kerja sama perdagangan dengan AS bisa meningkat volumenya menjadi 60 miliar dolar AS dalam lima tahun dari saat ini sekitar 30 miliar dolar AS.

“Kemudian juga disampaikan aspirasi untuk mendorong ‘open acces’ untuk furniture dan textile dimana kita punya program kita impor cotton dan wheat yang cukup besar dari AS dimana kalau kita bisa membuka open itu dan Wilbur Ross mengatakan apabila GSP-nya selesai maka kita bisa bicara untuk tambahan-tambahan yang bisa didorong,” katanya.

Ia menambahkan persoalan GSP diharapkan rampung awal Desember 2019 dengan dikirimkannya tim dari Indonesia untuk membahas hal tersebut dengan AS sehingga bisa tuntas sebelum Natal tahun ini. “Ada beberapa hal sebagian besar 80 persen sudah. Yang masih belum nanti yang terkait dimasukkan dalam omnibus law,” kata Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menjanjikan bahwa Pemerintah Indonesia akan memfasilitasi kemudahan berinvestasi dalam memperkuat hubungan kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut dikemukakan Airlangga usai menerima kunjungan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross ke Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu. Menteri Wilbur dan delegasi tiba di Kantor Kemenko Perekonomian sekitar pukul 14.50 WIB. Kedua pihak terlihat keluar dari ruang rapat sekitar pukul 15.52 WIB.

Menteri Airlangga menjelaskan melalui Omnibus Law, pemerintah berupaya meningkatkan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Indonesia. "Pada prinsipnya pemerintah akan memfasilitasi, termasuk mempermudah karena ada pemintaan, juga batasan-batasan pemodalan kemitraan ini yang dijanjikan dalam waktu tiga bulan. Pemerintah akan segera memperbaiki yang kami maksud dalam Omnibus Law," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan kedatangan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross selain dalam rangka memperkuat hubungan bilateral Indonesia - AS yang sudah terjalin selama 70 tahun, juga untuk membahas investasi perusahaan AS di Indonesia.

Selain itu, kedua pihak juga membahas fasilitas perdagangan "generalized system of preferences (GSP)" yang sedang ditinjau ulang. GSP yakni kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara penerima. "Terkait dengan finalisasi review GSP, diharapkan segera dilakukan. Indonesia mengatakan akan segera mengirim tim di bawah Kementerian Perdagangan," kata Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Wilbur Ross menyampaikan apresiasi terkait kerja sama yang telah dibangun selama 70 tahun, baik dengan Pemerintah Indonesia, maupun pelaku usaha Indonesia. "Kami melakukan diskusi yang sangat konstruktif, termasuk tentang isu-isu sensitif. Saya pikir kita telah menyetujui arah yang baik untuk kedua pihak," kata Menteri Wilbur.

BERITA TERKAIT

Penilaian CIPS - Indonesia Harus Hapus Hambatan Non Tarif dalam Perdagangan

NERACA Jakarta – Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non…

Dikritik, Impor Pengadaan Pacul di Kementerian

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengkritik pengadaan pacul (cangkul) oleh kementerian/lembaga yang diimpor dari luar negeri. "Pak Roni dan…

Komoditas - Harga Batu Bara November Naik 2,27 Persen, Jadi di Atas 66 Dolar

NERACA Jakarta – Harga penjualan batu bara selama bulan November 2019 dipatok pada angka 66,27 dolar AS per ton atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Luar Negeri - Prioritaskan Penyelesaian Perundingan Dagang Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan perkembangan terakhir tentang Regional Comprehensive Economic Partnership dan beberapa perundingan yang akan…

Komoditas - Ekspor Bijih Nikel Tetap Dijalankan Asal Sesuai Aturan Berlaku

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan ekspor bijih (ore) nikel tetap dijalankan apabila proses tersebut tetap sesuai dengan…

Penilaian CIPS - Indonesia Harus Hapus Hambatan Non Tarif dalam Perdagangan

NERACA Jakarta – Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non…