IPCC Bukukan Pendapatan Terkoreksi 6,32% - Bisnis Bongkar Muat Melempem

NERACA

Jakarta – Perolehan laba PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di kuartal tiga 2019 terkoreksi 24,08% menjadi Rp111,32 miliar, dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 146,63 miliar. Melorotnya perolehan laba perseroan sejalan dengan turunnya perolehan pendapatan 6,32% dari Rp383,8 miliar per kuartal tiga 2018 menjadi Rp359,51 miliar per kuartal tiga 2019. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Pendapatan operasi itu berasal dari pelayanan jasa terminal Rp333,07 miliar, pelayanan jasa barang Rp21,21 miliar, pelayanan rupa-rupa usaha Rp2,92 miliar, serta pengusahaan tanah, bangunan, air dan listrik Rp2,3 miliar. Di sisi lain, beban pokok perseroan pada 9 bulan pertama 2019 tercatat senilai Rp193,88 miliar. Realisasi tersebut meningkat 19,04 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp162,86 miliar.

Dari hasil tersebut, perseroan mencatatkan perolehan laba kotor senilai Rp165,63 miliar, merosot 25,03% dibandingkan perolehan laba kotor 9 bulan pertama tahun lalu senilai Rp220,93 miliar. Selain itu, perseroan juga mengungkapkan, jumlah bongkar muat juga alat berat sepanjang Januari 2019 hingga September 2019 turun sebesar 37,30% menjadi 10.209 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 16.281 unit.

Adapun rinciannya adalah jumlah alat berat impor hingga September 2019 tercatat sebanyak 7.325 unit turun 40,32% dibandingkan dengan September 2018 12.275 unit, sedangkan jumlah alat berat ekspor turun menjadi 2.884 unit dari 4.006 unit. Investor Relations Indonesia Kendaraan Terminal, Reza Priyambada seperti dikutip bisnis menjelaskan bahwa penurunan tersebut terjadi karena aktivitas bongkar muat alat berat dengan tonase besar yang umumnya digunakan sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan mengalami perlambatan.”“Dengan adanya penurunan tersebut maka berimbas pada pencapaian kinerja keuangan perseroan,” ujarnya.

Pada aktivitas bongkar muat kendaraan completely build up (CBU) di terminal internasional mencatatkan bahwa ekspor kendaraan CBU tercatat meningkat 27,95% menjadi 235.721 unit per September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu 184.223 unit. Sementara itu, pada aktivitas impor kendaraan CBU per September 2019 mengalami penurunan 14,26% dengan jumlah tercatat 58.585 unit dari realisasi pada September 2018 sebanyak 68.326 unit.“Meski dari sisi aktivitas bongkar muat kendaraan CBU mampu tumbuh dua digit. Namun, belum dapat mengimbangi penurunan pada aktivitas bongkar muat alat berat,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…