SIMPOK Bisa Serap Investor Rp20 Triliun - Kemudahan Investasi DPMPTSP Kota Depok

SIMPOK Bisa Serap Investor Rp20 Triliun

Kemudahan Investasi DPMPTSP Kota Depok

NERACA

Depok - Pemerintah Kota Depok berikan‎ kebijakan berbagai kemudahan bagi investor yang berminat investasi yang mampu mengantisipasi derasnya arus revolusi industri 4.0 dengan adanya program satu pintu Sistem Informasi Perijinan Kota Depok (SIMPOK) melalui jaringan internet Depok Single Windoe (DSW). Hasilnya banyak investor tertarik dan dalam setahun pertama mampu menyerap penanaman modal baru para investor bisa capai sekitar Rp20 triliun. Demikian serangkaian wawancara NERACA dengan pejabat Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok hingga kemarin.

"Alhamdulillah adanya program SIMPOK dengan sistem jaringan DSW, banyak Investor yang memanfaatkan kebijakan berbagai kemudahan dalam proses perijinannya. Diperkirakan setiap tahunnya terserap dana investasi dari investor rata-rata Rp1,5 triliunan setiap bulannya," tutur Kepala DPMPTSP Dra. Hj. Yuliestiani MM kepada NERACA disela kesibukannya menjalani tugas amanahnya sebagai Kepala Dinas.

Menurutnya, peluang investasi uang diminati investor adalah bidang properti, perdagangan dan jasa, selain masih banyak peluang investasi lainnya yang feasible punya prospek menguntungkan dalam jangka panjang meskipun kondisi perekonomian diluar Depok dirasakan kurang cerah perekonomiannya.

Dijelaskan, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok sejak tahun 2005 sampai sekarang, tetap stabil diatas angka sekitar 7 persen. Bahkan dengan Kondisi LPE ini daya beli masyarakat Kota Depok pun selalu diatas Kebutuhan Hidup Minimumnnya atau KHM.

"Apalagi tingkat inflasi selalu terkendali dibawah angka inflasi nasional maupun Provinsi. Bahkan, sering inflasi Kota depok deflasi yang memberikan kontribusi menekan laju inflasi Provinsi dan Nasional," katanya menjawab NERACA didampingi Sekretaris DPMPTSP, Drs. Yudi Suparyadi fan Kasie Investasinya, Nandayudha SE.

Semen‎tara Yudi Suparyadi menambhkan bahwa program kegiatan meningkatkan minat investor tentang peluang dan prospek investasi di Kota Depok, adanya SIMPOK dan DSW yang sudah berjalan sejak tahun 2018 ada trend peningkatannya.

"Biasanya minat investor tidak signifikan peningkatannya.‎ Tapi, adanya SIMPOK kenaikan kuantitas dan kualitas Investor pun terus ada peningkatan," ujarnya meyakinkan.

Diperkirakan, lanjut Yudi, jelang akhir tahun 2019 ini, target nilai investasinya bisa mencapai Rp20 trilun lebih. ‎Hal ini terlihat minat investor semakin beragam. Bukan hanya dari kalangan menengah atas tapi juga dari para pengusaha muda, UMKM, Koperasi hingga ke usaha mikro kecil.

Yudi berharap, untuk APBD Tahun Anggaran 2020 kewenangan kebijakan anggaran sosialisasi DPMPTSP yang terbatas, bisa ditingkatkan kegiatan sosialisasi dan promosi berbagai‎ media komunikasi lebih ditingkatkan cakupannya sesuai sasaran yang bisa menarik minat investor dari luar Depok.

Sedangkan Nandayuda SE, menje‎laskan program jaringan internetnya sangat mudah dan bisa diakses melalui berbagai media elektronik dan handphome (HP). Cukup dengan mengaksesnya dengan Klik "DSW" di Playstore HP, laptop atau komputer.

Selanjutnya akan muncul tampilan yang menuju ke SIMPOK. Aplikasi Inilah nantinya peminat investasi dapat informasi dengan berbagai kebijakan memproses dana yang akan diinvestasikannya.

"Bahkan Selain mudah melakukan pengajuan perijinan, juga banyak disampaikan berbagai peluang investasi yang menguntungkan di Kota Depok. Bahkan berbagai prospek masa depannya, investor akan dapat informasinya yang lebih banyak," ujar Kasie Perijinan DPMPTSP kepada NERACA. Dasmir

BERITA TERKAIT

Didukung Konglomerasi Jepang, Lippo Karawaci Majukan Layanan Kesehatan Nasional

Didukung Konglomerasi Jepang, Lippo Karawaci Majukan Layanan Kesehatan Nasional NERACA Jakarta - Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam jangka…

Bupati Acep: “ASN Harus Salurkan Zakatnya Lewat Baznas” - Realisasi Zakat di Kuningan Masih Sangat Rendah

Bupati Acep: “ASN Harus Salurkan Zakatnya Lewat Baznas” Realisasi Zakat di Kuningan Masih Sangat Rendah NERACA Kuningan – Potensi zakat…

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme - KABUPATEN SUKABUMI

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mutlak Perlu Percepatan Perbaikan Gizi, Bila Indonesia Ingin Mendapat Bonus Demografi

Mutlak Perlu Percepatan Perbaikan Gizi, Bila Indonesia Ingin Mendapat Bonus Demografi NERACA Jakarta - Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI…

Adi Kurnia Setiadi Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Cililitan Minta Direlokasi

Adi Kurnia Setiadi Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Cililitan Minta Direlokasi NERACA Jakarta - Warga di RT 06/01, Kelurahan Cililitan,…

Demokrat DKI Adakan Diskusi Nasib Jakarta Pasca Tak Jadi Ibukota

Demokrat DKI Adakan Diskusi Nasib Jakarta Pasca Tak Jadi Ibukota  NERACA Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI…