BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI - Genjot Pertumbuhan Investor

NERACA

Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi manfaat pasar modal dan kerjasama berbagai instansi. Teranyar, BEI menggandeng kerjasama Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (HIPWI FKPPI). Melalui kerjasama tersebut, nantinya BEI bakal menggelar sekolah pasar modal bagi anggota HIPWI FKPPI.

Ketua Umum HIPWI FKPPI, Toro Sudarmadi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa sekolah pasar modal ini akan mengedukasi investor perorangan baik retail maupun perusahaan untuk mengenal mekanisme transaksi dan perdagangan jual beli saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia untuk dapat dijadikan sebagai alternatif investasi.

Disampaikannya, selain sekolah pasar modal ini, HIPWI FKPPI bersama dengan BEI juga akan menggelar workshop go public bagi perusahaan anak anak keluarga TNI POLRI, dimana dalam program ini akan dilakukan proses pembelajaran untuk mengenal alternatif pembiayaan usaha melalui mekanisme penawaran umum saham. “Program ini memberikan fleksibilitas kepada skala perusahaan mulai dari yang besar hingga kecil bahkan segmen UKM untuk memiliki kesempatan melantai di bursa,”ujarnya.

Sekolah pasar modal perdana ini diikuti oleh tiga puluh peserta anak anak keluarga TNI POLRI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara serta Papua Barat. Sementara Sekretaris Jenderal HIPWI FKPPI, Rubi Setianusa menilai peran pasar modal sangatlah penting bagi usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai alternatif pembiayaan usaha. Karena itu HIPWI FKPPI bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendorong anggotanya untuk merambah masuk ke pasar modal, baik itu sebagai emiten maupun investor.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia sudah mencapai 2.048.446 SID per 31 Juli 2019. Pertumbuhan investor tersebut meningkat 26,5% secara year to date, sedangkan data per akhir 2018 total investor 1.619.372 SID. Secara year on year tercatat pertumbuhan investor mencapai 49,5% dibandingkan per 31 Juli 2018 sebanyak 1.369.810 SID.

KSEI juga mencatatkan total investor saham per 31 Juli 2019 sebanyak 990.531 SID. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan investor reksadana yang mencapai 1.376.026 SID. Direktur KSEI, Alec Syafruddin pernah bilang, pertumbuhan di reksadana lebih cepat karena terpapar teknologi. Menurut Alec, salah satu faktor reksadana bisa lebih unggul karena adanya fasilitas oleh fintechdan juga e-commerce yang mempermudah investor untuk membuka rekening reksadana melalui fitur mereka. Sementara untuk saham karena ketentuannya lebih banyak, pertumbuhannya jadi tidak secepat reksadana.

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…