Kadin Lakukan Misi Bisnis ke 14 Negara Eropa-AS

NERACA

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan mengadakan misi bisnis ke 14 negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan investasi dan perdagangan serta menindaklanjuti negosiasi perjanjian dagang yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia untuk Hubungan Internasional Shinta Widjaja menjelaskan misi bisnis ini akan fokus pada visi Making Indonesia 4.0 yang diprakarsai oleh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan bertujuan menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia pada Tahun 2030.

"Misi bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan negara-negara tujuan, baik di Eropa dan AS serta untuk bertukar wawasan ilmu pengetahuan guna mencapai visi Indonesia 4.0," kata Shinta sebagaimana disalin dari laman Antara.

Dalam misi bisnis ini, Kadin Indonesia akan fokus pada beberapa sektor seperti produk pertanian, industri kimia, industri pengemasan, industri makanan dan minuman, logistik, pembuatan kapal, operasi pelabuhan maritim, produk perikanan dan laut, mebel dan kerajinan tangan.

Kemudian, tekstil dan pakaian jadi, peralatan kesehatan, pariwisata, pengelolaan air dan limbah, infrastruktur dan konstruksi, mesin dan otomotif, industri logam dan kedirgantaraan, ritel, pengembangan UKM, mode berkelanjutan, energi dan energi terbarukan, serta industri kreatif. Sektor tersebut merupakan prioritas pengembangan Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian.

Misi bisnis ke Eropa akan diadakan dari 13 September hingga 7 Oktober 2019 dengan mengunjungi Turki, Bulgaria, Yunani, Serbia, Rumania, Belanda, Slovakia, Polandia, Swiss, Jerman, Italia, Inggris, Belgia dan akan berakhir di Prancis.

Ada pun misi bisnis tersebut dirangkum dalam 4 forum bisnis utama yang akan dilaksanakan di Istanbul, Rotterdam, Frankfurt, dan Milan. Sementara untuk negara lain, delegasi akan fokus pada kunjungan industri, diskusi kelompok terarah/focus group discussion, dan pencocokan bisnis.

Di Inggris misalnya, forum bisnis akan fokus pada kunjungan ke industri manufaktur barang konsumsi, industri ritel, kedirgantaraan, dan industri lain yang erat kaitannya dengan Indonesia.

Sementara itu, misi bisnis ke AS akan diadakan dari 23 September hingga 9 Oktober 2019 dengan mengunjungi New York, Washington, Atlanta, dan Los Angeles. Misi bisnis ke AS akan diadakan dalam bentuk forum bisnis di semua kota tujuan, kunjungan industri, dan jamuan untuk mempererat jaringan bisnis.

Sebagai rangkaian dari misi bisnis ini, Kadin juga menyelenggarakan Program Akses Pasar untuk mendukung UKM yang melakukan ekspor khususnya ke pasar Eropa. Program ini akan dilakukan melalui Indonesian Pop Up Store dan Indonesia Eco Fashion Week.

Indonesian Pop Up Store adalah pameran penetrasi pasar selama 4 bulan di Stadsfeestzaal, Antwerp diikuti dengan pertemuan bisnis dengan pelaku usaha distribusi di Eropa. Dalam Indonesia Eco Fashion Week, akan diadakan kunjungan pasar, pertemuan desainer Indonesia dan Eropa, peragaan busana, dan pertemuan bisnis. Busana yang ditampilkan pada Indonesia Eco Fashion Week adalah mode dari bahan ramah lingkungan seperti serat alami, pewarnaan alami, dan bahan pengganti seperti serat bambu.

Ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi industri mode Eropa bahwa Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam penciptaan mode berkelanjutan. Program akses pasar Eropa diselenggarakan bekerja sama dengan Mutigo Group dan Adhyata Indonesia untuk Indonesian Pop Up Store dan Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) untuk Indonesia Eco Fashion Week.

Pada tahun 2018, hubungan dagang antara Indonesia dengan 14 negara Eropa tersebut menunjukkan tren positif dengan total perdagangan mencapai 27,8 miliar dolar AS yang terdiri dari ekspor sebesar 15,4 miliar dolar AS dan impor sebesar 12,4 miliar dolar AS.

Hal ini memberikan surplus sebesar 2,9 miliar dolar untuk Indonesia dengan perdagangan terbesar terjadi antara Indonesia dan Belanda. Sementara hubungan perdagangan antara Indonesia dan AS mencapai 28,68 miliar dolar.

BERITA TERKAIT

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

Ritel - Revisi Aturan Soal Bisnis Waralaba Direncanakan Keluar Bulan Ini

NERACA Jakarta – Revisi aturan soal bisnis waralaba ditargetkan bisa segera keluar bulan September ini setelah dibahas sejak tahun 2018…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sesuai Standar Global, Pertamina Atasi Tumpahan Minyak

Jakarta-Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan Pertamina selama dua…

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…