BEI Tidak Hambat Aksi Korporasi TPS Food - Sahamnya Lama Disuspensi

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan tidak akan menghalangi rencana aksi korporasi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) untuk menggelar private placement, kendatipun perdagangan sahamnya masih dihentikan sementara atau disuspensi. “Aksi korporasi yang dirancang TPS Food dapat dijalankan kendati sahamnya disuspensi sejak 5 Juli 2018,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Senin (12/8).

Nyoman menegaskan, suspensi saham AISA dilakukan otoritas bursa karena perseroan belum menyampaikan laporan keuangan 2018 yang telah diaudit dan belum membayar denda. BEI, lanjutnya, dapat memproses pencabutan suspensi apabila AISA sudah memenuhi kewajiban sebagai perusahaan terbuka dan membayar denda atas pelanggaran yang dilakukan.

Selain itu, Nyoman menambahkan BEI sudah meminta penjelasan manajemen TPS Food tentang hasil sidang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dan kegiatan operasional perseroan.”Bagaimana kita memastikan sustainability organisasi bisa dijaga. Itu hal-hal yang sudah kita tanyakan termasuk rencana-rencana ke depan, termasuk langkah AISA beralih ke produk makanan ringan," imbuhnya.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen meminta, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk untuk memperbaiki laporan keuangan tahun 2017 sebelum melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.”Harus diperbaiki dulu (laporan keuangan 2017). Nanti kami lihat laporan keuangannya seperti apa dan kita (OJK) pelajari,”kata Hoesen.

Seperti diketahui, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang digelar pada Jumat (9/8) menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan menerbitkan 32,77% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD. Dalam private placement, AISA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,57 miliar saham seri B, dengan nilai nominal masing-masing Rp200.

PT FKS Food And Ingredients (FKS FI) menjadi investor baru yang akan menyerap private placement AISA. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, perseroan mengumumkan bahwa FKS FI berminat mengambil bagian atas saham baru dalam rangka private placement. Keduanya telah membuat dan menandatangani perjanjian pengambilan saham baru pada 6 Agustus 2019. Dengan perjanjian tersebut, FKS FI menyatakan minatnya untuk mengambil bagian atas saham baru yang akan diterbitkan AISA. Harga pengambilan saham baru disepakati Rp210 per saham atau jika diambil seluruhnya sebanyak-banyaknya Rp329,47 miliar.

FKS FI sebagai calon pemodal merupakan bagian dari kelompok usaha FKS. FKS FI dikendalikan oleh FKS Food And Agri Pte. Ltd. yang memiliki 72,67 juta saham seri B, mewakili 99,99% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam FKS FI. FKS Food & Agri juga memiliki unit bisnis di Indonesia yakni PT FKS Multi Agro Tbk., pemasok bahan makanan dan pakan.

BERITA TERKAIT

Kasus Produk Reksadana Dihentikan - BEI Pastikan Tidak Berpengaruh Bagi IHSG

NERACA Jakarta – Industri pasar modal sangat sensitif terhadap berbagai isu baik dari dalam dan luar negeri, termasuk soal kasus…

Kejar Pertumbuhan Penjualan di 2020 - Darma Henwa Jajaki Empat Proyek Tambang

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan di kuartal tiga 2019, seiring dengan pertumbuhan produksi batu bara memacu PT Darma…

Penyederhaan Perijinan - Bappebti Percepat Implementasi Resi Gudang

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lewat Program Battle of Minds - BAT Kembangkan Kualitas SDM Yang Unggul

British American Tobacco Indonesia (Bentoel Group) berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal ini sejalan dengan prioritas…

Pembekuan Produk Reksadana - Investor Diminta Waspadai Imbal Hasil Besar

NERACA Jakarta – Kasus ditutupnya produk reksadana milik PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen memberikan dampak…

Genjot Pertumbuhan Penjualan - Campina Ice Cream Investasi Mesin Baru

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan di tahun depan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) bakal meningkatkan penjualan dan…