Nilai Kapitalisasi Pasar Sepekan Turun 0,92% - Kinerja IHSG Terkoreksi

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan terkoreksi 0,92% pada posisi 6.282,132 dari 6.340,180 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga melorot sebesar 0,91% menjadi Rp7.205,005 triliun dari Rp7.271,275 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Melemahnya performance kinerja IHSG sepekan kemarin juga memberikan tekanan terhadap rata-rata nilai transaksi bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 5,93% menjadi Rp8,628 triliun dari Rp9,171 triliun pada penutupan pekan lalu. Sedangkan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian PT BEI pecan kemarin mengalami kenaikan sebesar 4,96% menjadi 494,484 ribu kali transaksi dari 471,116 ribu kali transaksi dan untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan perubahan sebesar 5,49% menjadi 15,143 miliar unit saham dari 16,022 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp64,935 triliun dan investor asing pada Jum’at akhir pekan kemarin mencatatkan beli bersih sebesar Rp63,87 miliar. Pada pekan kemarin, BEI mencatat obligasi berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance tahap III tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multifinance. Obligasi tersebut dicatatkan dengan nilai nominal Rp800 miliar. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi adalah A- (idn) (Single A minus) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 64 emisi dari 39 perusahaan tercatat senilai Rp74,27 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 407 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp434,63 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 119 perusahaan tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.580,37 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,33 triliun.

Pekan kemarin diselenggarakan kegiatan dari rangkaian acara menyambut 42 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, mulai dari kegiatan seminar, workshop, kompetisi pasar modal, turnamen olahraga hingga kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan berupa donor darah.

BERITA TERKAIT

Targetkan Dana IPO US$ 1 Miliar - Lion Air Rencanakan Akuisisi Armada Pesawat

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Lion Mentari Airlines (Lion…

Satu Global Serap IPO Agro Yasa Lestari

NERACA Jakarta – Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)…

Investree Pasarkan Obligasi Ritel SBR009

NERACA Jakarta – Sukses jualan obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah. Di awal tahun 2020 ini, Investree (PT Investree Radhika Jaya)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Restrukturisasi Utang - Bisnis Baja Kratakau Steel Bisa “Bernafas Panjang”

NERACA Jakarta – Kerja keras PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) untuk menyehatkan keuangan dari rugi mulai membuahkan hasil. Hal…

Kejar Pertumbuhan Emiten - BEI Kerjasama Informasi Dengan BKPM

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendorong pertumbuhan pasar modal dan termasuk menjaring calon perusahaan potensial untuk listing di pasar modal,…

Raih Izin Stock Split - Fast Food Lanjutkan Gelar Rights Issue Saham

NERACA Jakarta -Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) menyetujui rencana pemecahan harga nomimal…