IPTV Akuisisi 60% Saham K-Vision - Bidik Segmen Kelas Bawah

NERACA

Jakarta - Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) langsung genjot ekspansi bisnis dan teranyar perseroan mengakuisisi 60% saham K-Vision, perusahaan penyedia layanan televisi berbayar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/7).

Dengan mengakuisisi mayoritas K-Vision, perseroan ingin menjngkatkan pelayanan saluran televisi berbayar sehingga bisa menguasai segmen pasar menengah ke bawah. Direktur Utama MNC Vision Networks, Ade Tjendra mengatakan, pihaknya optimistis mampu menjaring segmen pasar yang lebih luas melalui akuisisi tersebut.

Dia menargetkan bisa mendapat pelanggan baru sebanyak 200.000 pelanggan setiap bulannya. Adapun, K-Vision menawarkan vocer prabayar untuk layanan siaran satelit pada frekuensi KU-band.”Setelah akuisisi ini, Perseroan menargetkan untuk mencapai 200.000 pelanggan baru per bulan,”ujarnya.

Sebagai informasi, MNC Vision memiliki pangsa pasar sebesar 96% untuk layanan televisi berbayar berbasis direct-to-home (DTH). Pada akhir tahun 2018, perseroan memiliki pelanggan sebanyak 2,4 juta. Selain pada bisnis televisi berbayar, perseroan pun mengembangkan jaringan serat optik dengan 262.000 pelanggan.

PT MNC Vision Networks Tbk mengalokasikan 30% dari hasil IPO sebesar Rp845,28 miliar atau sekira Rp253,58 miliar untuk mengembangkan konten orisinal guna mendorong jumlah pengguna saluran tv berlangganan dan aplikasi streaming. "Ke depan, fokus kami akan memproduksi sendiri web series, talent service yang masuk di across platform," kata Ade Tjendra.

Disampaikannya, konten orisinal tersebut nantinya bisa berupa serial berdurasi pendek hingga panjang yang bisa diakses melalui platform MNC Now juga saluran televisi berbayar MNC Vision. Perseroan menjelaskan, pengembangan konten akan menjadi arah bisnis yang nantinya platform MNC Now juga bisa digunakan sebagai saluran periklanan. Pasalnya, perseroan kini memiliki 2 juta pelanggan terdaftar dan 2,4 juta pelanggan saluran televisi berbayar.

Dia menyebut nantinya untuk pembangunan fiber optik, pihaknya menginginkan agar bisa melakukan sinergi dengan penyedia jasa lainnya. Dengan demikian, penetrasi jaringan serat optik di wilayah tertentu bisa dilakukan lebih cepat. Adapun, saat ini penyediaan jaringan serta optik digarap oleh unit usaha MNC Play dengan 1,5 juta sambungan rumah dan 262.000 pelanggan. Pihaknya pun berencana menggunakan 70% modal untuk membangun jaringan."Ke depan, MNC Play ini tidak lagi hanya mengandalkan bisnis dari jaringan. MNC Play akan mengakses jaringan fiber optik lain sehingga fokus service provider bukan pembangun jaringan," katanya.

BERITA TERKAIT

Targetkan Dana IPO US$ 1 Miliar - Lion Air Rencanakan Akuisisi Armada Pesawat

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Lion Mentari Airlines (Lion…

Satu Global Serap IPO Agro Yasa Lestari

NERACA Jakarta – Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)…

Investree Pasarkan Obligasi Ritel SBR009

NERACA Jakarta – Sukses jualan obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah. Di awal tahun 2020 ini, Investree (PT Investree Radhika Jaya)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Restrukturisasi Utang - Bisnis Baja Kratakau Steel Bisa “Bernafas Panjang”

NERACA Jakarta – Kerja keras PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) untuk menyehatkan keuangan dari rugi mulai membuahkan hasil. Hal…

Kejar Pertumbuhan Emiten - BEI Kerjasama Informasi Dengan BKPM

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendorong pertumbuhan pasar modal dan termasuk menjaring calon perusahaan potensial untuk listing di pasar modal,…

Raih Izin Stock Split - Fast Food Lanjutkan Gelar Rights Issue Saham

NERACA Jakarta -Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) menyetujui rencana pemecahan harga nomimal…