Max Sopacua: Darmizal Pantas Jadi Menteri, Tiket Demokrat Bukan Dia

Jakarta, Anggota Majelis Tinggi partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC) Minggu (14/7) lebih menekankan pandangan Indonesia kedepan kearah yang lebih baik. Kata Max, presiden Jokowi ingin para pembantu dikabinetnya bisa mengimbangi dirinya yang ingin bekerja serba cepat dan trengginas."Dalam masa kepemimpinnya yang kedua ini Jokowi ingin menunjukkan pada rakyat bahwa dia benar-benar berhasil dan lebih baik dari periode pertama," kata Max Sopacua saat dihubungi Senin (15/7/3019) malam.

Max Sopacua mengatakan rekan separtainya saat bersama-sama mendirikan Partai Demokrat HM Darmizal pantas dipilih Jokowi menjadi salah satu menteri yang akan membantu selama lima tahun kedepan. "Saya sudah kenal Darmizal sejak tahun 2004. Saya yakin Darmizal mampu mengemban anamah jika diberikan oleh Jokowi," jelas Max Sopauca.

Dirinya menambahkan, jika Darmizal natinya benar-benar dipilih Jokowi menjadi menteri, dia bukan mewakili partai Demokrat. Bisa saja dia dipilih dari kalangan profesional ataupun karena dia sudah ikut berjuang sebagai Ketua Umum ReJO membantu Jokowi Amin menang di periode ke 2. "Partai Demokrat tidak akan memberikan tiket pada Darmizal untuk duduk di kursi kabinet. Saya yakin itu," tuturnya.

Max Sopacua menambahkan, Darmizal sudah satu langkah lebih maju dari Partai Demokrat karena mendukung Jokowi dengan mendirikan Relawan Jokowi atau ReJo. "Darmizal mampu memanage ReJo dengan baik saat partai Demokrat masih gamang belum menentukan sikap saat itu. Bahkan, dia rela mundur dari pimpinan Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokat," tambahnya.

Secara pribadi Max berpandangan, Partai Demokrat lebih baik menjadi partai oposisi atau diluar pemerintahan. Karena, rakyat akan menghargai konsistensi partai berlambang Mercy ini saat di luar pemerintahan. "Tidak ada salahnya partai Demokrat diluar pemerintahan. Karena, rakyat akan menilai konsitensi itu. Sama halnya saat PDI Perjuangan menjadi oposisi selama 10 tahun, yang akhirnya berbuah manis," pungkas mantan penyiar senior TVRI ini.(*)

BERITA TERKAIT

Jubir DPD Demokrat DKI Tegaskan Suara Santoso Sah

Jubir DPD Demokrat DKI Tegaskan Suara Santoso Sah NERACA Jakarta - Juru Bicara Dewan Perwakilan Daerah (Jubir DPD) Partai Demokrat…

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat   NERACA Jakarta - Pakar hukum telematika Universitas Indonesia (UI) Edmon Makarim menegaskan…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

DORONG PELAKU UMKM

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) disaksikan Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) NTB Niken Saptarini Widyawati…

KREDIT UMKM BRI TUMBUH

Direktur Utama BRI Suprajarto (tengah) berpose bersama seluruh jajaran direksi BRI disela paparan kinerja keuangan triwulan II/2019 di Jakarta, Rabu…

PAMERAN WARISAN

kiri ke kanan. Kurator Mutiara Ratna Zhuhry, Kurator Batik Komarudin Kudiya dan Direktur PT. Mediatama Binakreasi Umi Noor Wijiati memberi…