Pemerintah Komitmen Selenggarakan Penerbangan Murah

NERACA

Jakarta – Penurunan tarif pesawat udara sebesar 50 persen dari tarif batas atas untuk penerbangan Low Cost Carrier (LCC) domestik merupakan bentuk komitmen pemerintah dan pihak terkait dalam menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat.

Keputusan tersebut disepakati setelah pemerintah melalui Kemenko Perekonomian, Kemenhub, Kementerian BUMN, menggelar rapat koordinasi lanjutan mengenai evaluasi kebijakan penurunan tiket maskapai udara bersama Garuda, Lion Air Group, serta Angkasa Pura I & II.

"Kami sudah membahas bersama seluruh pihak terkait. Konteksnya untuk menjalankan rakor Minggu lalu di mana teman-teman berlima ini akan menanggung beban bersama dalam rangka penurunan tarif LCC," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam jumpa pers di Jakarta, disalin dari Antara.

Keputusan untuk menurunkan tarif pesawat, menurut Susiwijono, bukanlah hal yang mudah karena penuh dengan pembahasan serta pertimbangan terkait simulasi penurunan tarif oleh maskapai. "Memang tidak mudah setelah kita melakukan simulasi tarif perhitungan dari Garuda dan Lion menyampaikan prosedur biaya yang cukup berat, namun berlima ini menyampaikan komitmennya untuk menurunkan biaya terkait penebangan murah," kata dia.

Penurunan tarif pesawat itu juga telah mempertimbangkan aspek mengenai bisnis penerbangan Indonesia agar tetap bertahan ke depannya. "Posisi harus balance antara kebutuhan dan ekspetasi masyarakat mengenai tersedianya penerbagan murah dan bagaimana menjaga bisnis penerbangan sustain ke depan," ujarnya.

Pemerintah merancang skema pemberian diskon harga tiket pesawat berdasarkan hari yang berbeda, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. “Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah, terutama untuk LCC rute domestik di hari Selasa, Kamis dan Sabtu dari pukul 10.00 sampai 14.00 waktu setempat,,” kata Susiwijono.

Susiwijono mengatakan pertimbangan dipilih hari dan jam tersebut karena merupakan waktu sepi dan tersedia cukup banyak slot penerbangan. Besaran potongan tarif yang rencananya akan diberlakukan di hari Selasa, Kamis dan Sabtu itu mencapai 50 persen dari tarif batas atas (TBA).

Susiwijono menjelaskan hasil rakor tersebut merupakan tindak lanjut rakor sebelumnya yang sudah disetujui oleh PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Pertamina, Airnav Indonesia, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

Ia menambahkan pihaknya masih akan memformulasikan perhitungan teknis tarif dan hasilnya akan keluar pada Kamis (4/7/2019) mendatang. “Lima operator penerbangan sudah menyampaikan komitmennya terkait operasional penerbangan. Minggu lalu sudah menyerahkan masing-masing komponen biaya apa yang bisa dikontribusikan untuk tiket. Tapi intinya komponen biaya perlu diformulasikan kembali,” katanya.

Senada dengan Susiwijono, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menegaskan, berbagi biaya tidak akan mengorbankan sisi keselamatan dari AirNav, maskapai, maupun pengelola bandara. "Diskon ini tidak akan mengorbankan aspek keselamatan penerbangan," katanya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono mengatakan sejumlah maskapai sudah menerapkan diskon, seperti Lion Air Group dan AirAsia Indonesia. "Lion Group sudah memberikan promo, diskon menarik dan masih berlaku. Jadi hasil kesimpulan tadi sesuai dengan strategi marketing masing-masing maskapai," katanya.

Ia mengatakan dengan pemberlakuan diskon berdasarkan hari tersebut, pemerintah ingin memastikan penyediaan tiket pesawat yang bisa dijangkau. Sebagai informasi, pemerintah mengevaluasi secara berkala penurunan TBA harga tiket pesawat yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 dan berlaku efektif sejak 18 Mei 2019 lalu.

Hal ini untuk memastikan kepentingan publik dipenuhi dengan baik oleh industri jasa angkutan udara dengan menyeimbangkan kepentingan publik, industri yang terkait, dan negara.

Berdasarkan rakor 20 Juni 2019, rata-rata harga tiket pesawat maskapai Lion Air terhadap TBA turun dari 54,2 persen menjadi 42,7 persen, atau secara persentase penurunan harga tiketnya mencapai 11 persen. Dengan nilai tarif Lion Air yang telah mencapai 42,7 persen dari TBA dan Air Asia yang mencapai 38,3 persen dari TBA.

BERITA TERKAIT

Kemenparekraf Sertifikasi Halal Produk Mamin di 3.000 Desa Wisata

NERACA Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan kick off akselerasi sertifikasi halal produk…

Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster Terus Dikawal

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dalam pendampingan implementasi tata kelola…

Nilai Impor di Bulan Maret Sebesar USD 17,96 Miliar

NERACA Jakarta – Nilai impor selama Maret 2024 tercatat sebesar USD 17,96 miliar. Kinerja impor ini melemah 2,60 persen dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Kemenparekraf Sertifikasi Halal Produk Mamin di 3.000 Desa Wisata

NERACA Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan kick off akselerasi sertifikasi halal produk…

Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster Terus Dikawal

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dalam pendampingan implementasi tata kelola…

Nilai Impor di Bulan Maret Sebesar USD 17,96 Miliar

NERACA Jakarta – Nilai impor selama Maret 2024 tercatat sebesar USD 17,96 miliar. Kinerja impor ini melemah 2,60 persen dibandingkan…