Fund Rising di Pasar Modal Masih Rendah - Ekonomi Global Melambat

NERACA

Jakarta – Kendatipun minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar dan berbagai aksi korporasi berupa penerbitan obligasi dan produk inevstasi lainnya masih menggeliat, namun kondisi tersebut masih jauh dari harapan. Pasalnya, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nilai penggalangan dana dari pasar modal Indonesia hingga Mei 2019 baru mencapai Rp 54,17 triliun.

Kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, angka tersebut merupakan hasil dari penerbitan obligasi, saham dan saham baru atau rights issue.”Jumlah tersebut berasal dari 52 penawaran umum di pasar modal," ujarnya.

Menurutnya, angka tersebut tak sampai setengah dari jumlah penggalangan dana yang diperoleh selama 2018. Pada 2018, total nilai emisi dari saham, obligasi dan rights issue mencapai Rp 166 triliun. Akvititas penggalanggan dan mencapai 168 penawaran umum. “Memang untuk tahun 2019-2020 ekonomi global melambat. Ini juga merupakan tantangan yang harus kita apa kita betul-betul kita harus ada satu strategi yang harus kita kita yakini itu cocok,"kata Wimboh.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku optimistis penggalangan dana di pasar modal pada tahun ini tetap tinggi, kendati sejumlah sentimen negatif mengintai. Pada tahun ini, BEI menargetkan jumlah penawaran umum, baik saham maupun surat utang meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

Kala itu, BEI menargetkan jumlah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini ditargetkan sebanyak 35 perusahaan dan kemudian meningkat menjadi 56 perusahaan. Sementara itu, target penerbitan obligasi yang dipatok bursa pada tahun ini juga cukup tinggi, yakni sebanyak 100 penerbit baru, naik dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 80 penerbitan obligasi baru. Target tersebut terbilang cukup ambisius mengingat pasar obligasi tahun lalu cukup sepi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna pernah bilang, adanya tren kenaikan suku bunga sepanjang tahun lalu dinilai menjadi penyebab utama sepinya penawaran umum obligasi. Nyoman berdalih, korporasi masih memiliki kebutuhan pada tahun ini, terutama untuk refinancing sehingga penerbitan obligasi diyakini masih cukup marak. "Setiap perusahaan memiliki upaya untuk memperbaikiperformancedanrefinancing. Bagaimanapun kondisi ekonomi mereka tetap akan mencari dana di pasar modal karena yang murah," jelasnya.

Adapun target penerbitan right issue pada tahun ini ditaregtkan sebanyak 60 perusahaan tercatat. Sementara Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk merealisasikan target tersebut adalah dengan mengembangkan variasi layanan dan peluncuran produk baru. Untuk merangsang pasar obligasi, otoritas akan meluncurkan produk derivatif berbasis surat utang negara yang disebut basket bond futures.

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH MASIH CARI FORMULA PENARIKAN PAJAK - JK: Pajak E-Commerce Jadi Masalah Dunia

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penarikan pajak untuk perusahaan digital seperti Google, Microsoft, Facebook, dan Amazon menjadi masalah dunia. Masalah…

Debut Perdana di Pasar Modal - HDIT Catatkan Oversubscribed 39,57 Kali

NERACA Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bisnis financial teknologi (fintech), PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) secara resmi mencatatkan…

Pasar Industri Plastik dan Karet Masih Prospektif

NERACA Jakarta – Industri plastik dan karet merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar. Produk yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menjawab Tantangan IKM From Zero To Hero

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memacu geliat pertumbuhan industri e-commerce terus berkembang pesat. Berdasarkan prediksi McKinsey, penetrasi belanja online…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…