Ekonomi Kreatif Bantu Tekan Angka Kemiskinan Palembang Satu Digit

Ekonomi Kreatif Bantu Tekan Angka Kemiskinan Palembang Satu Digit

NERACA

Palembang - Sektor ekonomi kreatif dengan 15 subsektornya diharapkan Pemerintah Kota Palembang dapat menekan angka kemiskinan menjadi satu digit pada 2022 sesuai target kinerja.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan ekonomi kreatif lambat laun menjadi tulang punggung pembangunan di kota tersebut.

"Selama ini Palembang mengembangkan sektor pariwisata dengan segala macam keterkaitannya termasuk ekonomi kreatif, dengan demikian memajukan sektor ekraf ini menjadi pilihan penting, baik kuliner, kriya, fesyen dan olahraga," ujar Harrey di Palembang, Rabu (12/6).

Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif bersama sektor lain seperti jasa dan industri diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, yang diimplementasikan lewat berbagai program sesuai RPJMD Kota Palembang 2018-2023.

Menurut data terbaru, angka kemiskinan di Kota Palembang mencapai 10,95 persen, dua tahun mendatang angka tersebut ditargetkan berada di bawah 10 persen seiring pengembangan ekonomi kreatif.

"Bantuan kepada masyarakat miskin di lakukan lintas sektoral dengan pemberian modal usaha dan meluncurkan program-program inovatif, selain itu pemkot melaksanakan pembenahan infrastruktur serta aksesibilitas, ini semua yang akan memperkuat pertumbuhan ekraf di Palembang," ujar dia.

Saat ini Pemkot Palembang berupaya menduduki empat besar kota kreatif di Indonesia agar mendapat pembinaan langsung dan khusus dari pemerintah pusat mengenai pengembangan sektor ekonomi kreatif, sekaligus menjadi role model bagi daerah-daerah lain.

"Fokus Palembang ekonomi kreatif kriya, fesyen dan kuliner, untuk kuliner ini utamanya pempek, karena pempek sudah seharusnya dikenal lebih luas lagi tidak hanya aspek makananya saja tapi juga sejarah dan lain-lainnya," kata Harrey.

Namun pengoptimalan sektor ekonomi kreati bukan kerja pemerintah semata, kata dia, kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media menjadi faktor penting berkembangnya ekonomi kreatif yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Ant

BERITA TERKAIT

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi   NERACA Sukabumi - Selain memantau perkembangan bahan pokok penting (bapokting) dan barang strategis…

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk   NERACA Sukabumi - Akhirnya Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Kota Sukabumi sah terbentuk. Meskipun sebelumnya beberapa…

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau - KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM NERACA Jakarta - PT…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies  NERACA Jakarta - Saat pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies…

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi  NERACA Sukabumi - Dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN   NERACA Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja…