PBSA Incar Pendapatan Rp 525 Miliar

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membidik pendapatan Rp525 miliar setelah tahun lalu tergerus 43,02%. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, Paramita Bangun Sarana melaporkan pendapatan usaha Rp359 miliar pada 2018. Posisi itu turun 43,02% dibandingkan Rp630 miliar pada 2017.

Selain itu, perseroan membukukan laba tahun berjalan Rp42 miliar di 2018. Pencapaian tersebut tergerus 56,70% dari Rp97 miliar per 31 Desember 2017. Sampai dengan akhir 2018, PBSA tercatat memiliki total liablitas Rp121 miliar dan total ekuitas Rp543 miliar. Dengan demikian, total aset yang dimiliki Rp665 miliar per akhir Desember 2018.

Kendati demikian, kontraktor swasta itu optimististis mampu membukukan pendapatan Rp525 miliar pada 2019. Proyeksi itu sejalan dengan sejumlah strategi yang telah disiapkan oleh perseroan. PBSA menyebut menjalankan proyek konstruksi di luar klien utama. Dengan demikian, terjadi diversifikasi pendapatan dan menambah basis pelanggan.

Sebagai informasi, saat ini PBSA telah dan atau sedang bekerja sama di antaranya dengan Sinarmas, EcoOils, Sari Roti, PT Indah Kiat, dan Smartfren. Selanjutnya, PBSA melakukan pendrian kantor Paramita Bangun Sarana Sdn. Bhd. di Sibu, Serawak, Malaysia. Kemudian, perseroan juga membentuk anak usaha baru yang bergerak di bidang fabrikasi baja dengan nama PT Paramita Andalan Struktur.

Perseroan belum lama ini membentuk anak usaha baru yang diberi nama PT Paramita Andalan Struktur tersebut berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat. Vincentius Susanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Paramita Bangun Sarana Tbk pernah bilang, anak usaha tersebut didirikan dengan modal dasar sebesar 8.000 saham atau setara Rp 8 miliar. Selain itu, modal ditempatkan dan disetor sebesar 2.000 saham setara dengan Rp 2 miliar. "Nilai penyertaan modal dan persentase kepemilikan perusahaan pada Paramita Andalan Struktur adalah sebesar 1.600 saham," ujarnya.

Jumlah tersebut setara dengan Rp 1,6 miliar atau sebesar 80% dari modal ditempatkan dan disetor pada Paramita Andalan Struktur. Dirinya menegaskan tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha atas pendirian anak usaha tersebut.

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Astra Graphia Serap Capex Rp97 Miliar

NERACA Jakarta - Sepanjang semester I/2019, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) telah merealisasikan belanja modal sebesar 28,70% dari total belanja…

Restrukturisasi, PTRO Jual Aset Rp54,57 Miliar

Dalam rangka menjaga kesehatan keuangan dan termasuk percepatan restrukturisasi, PT Petrosea Tbk (PTRO) menjual asetnya senilai US$3,793 juta atau setara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…