Supra Boga Lestari Bakal Buka 8 Toko Baru - Anggarkan Capex Rp 75 Miliar

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) sepanjang 2019 akan membuka delapan toko di sejumlah wilayah di Indonesia. Adapun per akhir 2018, perseroan sudah memiliki 37 toko yang terdiri dari 15 ranch market dan 22 farmer market.”Kami akan bukan delapan toko baru, perinciannya tujuh farmers market dan satu gourmet by ranch market yang menyasar kelas menengah atas di Surabaya," kata Direktur Utama PT Supra Boga Lestari Tbk, Meshvara Kanjaya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, dari target delapan toko tersebut, perseroan sudah membuka tiga toko yakni dua farmer market di Pekanbaru (Riau) dan Sawangan (Depok) serta satu gourmet di Surabaya. Sementara lima toko lainnya berada di sekitar Jakarta dan Ambon.

Perseroan, lanjutnya, pada tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 75 miliar yang berasal dari kas internal. Capex digunakan untuk pembukaan delapan gerai baru, renovasi tiga gerai dan pengembangan sistem informasi dan teknologi seperti melalui market place. "Hingga April capex yang terserap sudah Rp 24 miliar," kata Meshvara Kanjaya.

Dengan sejumlah aksi korporasi tersebut, Meshvara Kanjaya mengatakan, perseroan optimitis bisa meraih pendapatan Rp 2,5 triliun hingga akhir tahun ini atau tumbuh 6 persen dari 2018 sebesar 2,36 triiun. Sementara laba bersih diharapkan tembus Rp 52 miliar atau naik 4 persen dari 2018 sebesar 37,7 miliar. Sementara dalam RUPST, pemegang saham sepakat membagikan dividen tunai sebesar Rp 7 per saham atau senilai total Rp 10,9 miliar untuk tahun buku 2018.

Sepanjang 2018, kontribusi pendapatan ranch market sebesar 41,5%, sementara sisanya 58,5% disokong farmer market. Sebagai informasi, perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 2,36 triliun, meningkat 7,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih konsolidasian meningkat 32,6% menjadi Rp 49,9 miliar di tahun 2018 dari Rp 37,7miliar di tahun 2017. Pendapatan bersih dan laba bersih konsolidasian perusahaan tahun 2018 tersebut adalah masing-masing 102,4% dan 124,9% dari target yang dicanangkan di awal tahun 2018.

Menurut Meshvara, pencapaian target tersebut mencatatkan kinerja positif perusahaan sepanjang tahun 2018. Perusahaan menambah 3 toko baru pada tahun 2018 yang terdiri dari 1 Ranch Market di Gedung Arkadia Jakarta dan 2 Farmers Market di Rawamangun, Jakarta dan Kota Harapan Indah, Bekasi. Perusahaan juga melakukan renovasi signifikan pada 2 toko yaitu Ranch Market di Oakwood Jakarta dan Farmers Market di Sumarecon Mall Serpong. Renovasi di Farmers Market Sumarecon Mall Serpong merubah konsep toko menjadi konsep hybrid yang menggabungkan konsep supermarket, food & beverage termasuk ready to cook.

Perseroan menjelaskan, melemahnya nilai rupiah di pertengahan tahun 2018 yang disikapi oleh pemerintah dengan semakin memperketat importasi guna menjaga nilai rupiah, membuat perseroan harus semakin lebih kreatif untuk menyingkapi keragaman produk impor yang berkurang. “Kami mengantisipasi kondisi tersebut dengan semakin mencari produk pengganti dengan kualitas sama atau yang lebih baik dan dengan mengembangkan fresh product yang bernilai tambah,”kata Meshvara Kanjaya.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…