Estika Tata Tiara Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk - Perkuat Modal Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau perusahaan pengolahan daging yang lebih dikenal produk Kibifnya akan menerbitan sukuk atau obligasi pada semester kedua.”Para pemegang saham telah menyetujui penjaminan aset atau harta kekayaan perseroan sehubungan dengan rencana penerbitan hutang baik itu obligasi dan atau sukuk,”kata Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk, Yustinus Sadmoko di Jakarta, Rabu (22/5).

Sebagai informasi, perseroan saat ini tengah membangun perluasan fasilitas baru di Subang bertujuan untuk menunjang lini bisnis produksi bakso, daging sapi portion cut, chicken nugget (naget ayam), dan produk makanan olahan lainnya."Penambahan fasilitas ini diharapkan secara bertahap dapat meningkatkan produksi dari 40 ton menjadi 80 ton per hari atau 2.000 ton per bulan,” katanya.

Melalui perluasan pembangunan pabrik makanan olahan dan cold storage di Subang ini, BEEF ini dapat berkontribusi positif untuk meningkatkan konsumsi makanan berprotein dan halal bagi masyarakat Indonesia."Kami menargetkan dalam waktu 5 tahun ke depan, Kibif akan menjadi salah satu produsen makanan olahan terbaik di Indonesia,”ungkap Yustinus.

Dia menyebutkan, pada 2018 tingkat konsumsi daging per kapita di 5 negara anggota Asean yakni Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia adalah sebesar 4,5 kg dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai US$5,144.Di sisi lain, konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia masih berada di bawah rata-rata, yaitu 2,6 kg per kapita dan PDB per kapita sebesar US$3,932.

Kemudian perusahaan sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun lalu, telah menggunakan 89,5% dari total dana hasil penawaran umum atau setara dengan Rp111 milliar. Perusahaan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) telah melakukan pembelian sapi hidup, baik lokal maupun impor senilai Rp53,37 milliar dengan menggunakan dana IPO. Selain itu, juga dilakukan pembelian barang dagangan berupa daging yang sebagian dari impor maupun lokal senilai Rp52,07 milliar.

Adapun investasi perluasan kandang, bangunan, fasilitas produk dan penambahan kapasitas senilai Rp5,6 milliar dari alokasi dana sebesar Rp18,5 milliar. Dengan demikian, total penggunaan dana hasil penawaran umum adalah Rp111,08 milliar sampai 31 Maret 2019. BEEF masih memiliki sisa dana sekitar Rp12,9 milliar yang dapat digunakan untuk investasi pada perluasan kandang, dan sebagainya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019 unaudited, emiten dengan kode saham BEEF ini mencetak penjualan Rp278,27 miliar atau tumbuh 38,28% secara tahunan.Penjualan bersih berasal dari segmen distribusi dan penjualan sebesar Rp288,72 miliar, pengolahan makanan Rp45,54 miliar, dan logistik Rp7,51 miliar. Dari penjualan itu terdapat eliminasi sebesar Rp63,50 miliar.

Distributor daging Pizza Hut dan Hokben ini mencatat beban pokok penjualan naik 37,41% menjadi Rp231,43 miliar. Dengan demikian, laba kotor tercatat Rp46,84 miliar atau naik 42,76% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp14,95 miliar, naik pesat sebesar 115,42% menjadi Rp14,95 miliar. Total aset perseroan per 31 Maret 2019 sebesar Rp695,64 miliar, naik dari total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp564,70 miliar. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp334,39 miliar dan Rp361,25 miliar.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…