Penyediaan Rusun Mahasiswa Selaras Dengan Pengembangan SDM

Penyediaan Rusun Mahasiswa Selaras Dengan Pengembangan SDM

NERACA

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun berbagai rumah susun (Rusun) seperti di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dinilai selaras dengan tujuan pemerintah fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (3/5), menyebutkan, penyediaan Rusun bagi santri dan mahasiswa dalam rangka mendukung fokus Pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Kehadiran Rusun, ujar Basuki Hadimuljono, di samping meningkatkan kenyamanan belajar mahasiswa, juga berperan mencegah munculnya kawasan kumuh di sekitar kawasan Kampus. Kementerian PUPR membangun dua menara Rusunawa yang dibangun di daerah Jatinangor, tepatnya di Jl Mashudi, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Satu menara dibangun tahun 2017 terdiri dari 66 unit kamar tipe 36 untuk dosen muda dan karyawan ITB, di mana rusunawa ini telah selesai dan mulai dihuni. Sementara satu menara lainnya diperuntukan bagi mahasiswa sebanyak 63 unit dengan tipe 24, di mana kemajuannya berada dalam tahap penyelesaian akhir.

Pembangunan dilakukan Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggunakan biaya APBN total Rp22,5 miliar.

Setiap unitnya telah dilengkapi dengan perabot seperti meja dan kursi makan, kursi tamu, tempat tidur dan lemari pakaian. Untuk memberikan kenyaman bagi para penghuninya, Rusun ini juga telah dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti tempat parkir, saluran air serta listrik dan air bersih.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan agar para penghuni Rusun dapat menyesuaikan diri, sebab tinggal di hunian vertikal berbeda dengan rumah tapak, di mana salah satu kuncinya adalah sikap toleransi."Tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman," kata Menteri PUPR.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2015 - 2018, Kementerian PUPR telah membangun Rusun sebanyak 728 menara dengan total 44.893 unit. Sedangkan pada tahun 2019 ditargetkan pembangunan 137 tower dengan jumlah unit sebanyak 6.873 unit, sehingga total rumah susun yang terbangun pada tahun 2015 - 2019 sejumlah 865 menara atau 51.766 unit. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Asosiasi Dorong Petani Tembakau Jalin Kemitraan Dengan Perusahaan Rokok

NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendukung wacana pemerintah untuk mewajibkan importir atau perusahaan rokok membangun kemitraan dengan…

Hary Tanoesoedibjo & Jokowi Bicarakan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan 7%-8%

JAKARTA, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo bertemu Presiden RI Joko Widodo membahas pembangunan ekonomi Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.…

Kudo Berhasil Bantu Ratusan Ribu Warung Lebih Modern dengan Gerakan Sosial #MajuinWarung

Kudo Berhasil Bantu Ratusan Ribu Warung Lebih Modern dengan Gerakan Sosial #MajuinWarung NERACA Jakarta - Kudo, aplikasi digital untuk memajukan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Tren Jual-Beli Properti Bergeser ke Ranah Online

Tren Jual-Beli Properti Bergeser ke Ranah Online NERACA Jakarta - Tren jual-beli properti disebut terus bergeser ke arah daring (online)…

WIKA Realty Luncurkan SkyBox Apartment Tangerang

WIKA Realty Luncurkan SkyBox Apartment Tangerang NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), anak usaha PT Wijaya Karya…

AKARYN Hotel Group Sebar Sayap ke Pasar Internasional

AKARYN Hotel Group Sebar Sayap ke Pasar Internasional NERACA Jakarta - AKARYN Hotel Group, hotel butik yang mewah yang tumbuh…